mediamerahputih.id | JAKARTA - Beredarnya isu mengenai kandungan etanol dalam produk bahan bakar minyak (BBM) memunculkan spekulasi bahwa sejumlah badan usaha swasta penyedia BBM membatalkan pembelian bahan baku murni atau base fuel milik PT Pertamina. Menanggapi, isu etanol tersebut Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan produk BBM sesuai standar dan regulasi resmi pemerintah.
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menuturkan bahwa sebagai entitas bisnis energi nasional, Pertamina Patra Niaga berkomitmen memberikan layanan terbaik dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.Baca juga :“Kami memastikan seluruh produk BBM yang disalurkan telah sesuai dengan spesifikasi resmi pemerintah serta mekanisme pengadaan yang berlaku. Dalam menjalankan amanah menjaga pasokan energi nasional, Pertamina Patra Niaga tidak bekerja sendiri. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan SPBU swasta,” ujar Roberth dalam rilis resminya yang diterima redaksi, Jumat (3/10).Pertamina Pastikan Kualitas Pertamax Sesuai Tak Dioplos Pertalite
Baca juga: BBM Nonsubsidi Naik Mulai 1 Maret 2026, Pertamax Tembus Rp12.300 per Liter
[caption id="attachment_13445" align="aligncenter" width="680"]
Pertamina mengklaim penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen telah menjadi best practice di banyak negara, seperti Amerika Serikat, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendorong energi yang lebih ramah lingkungan | MMP | dok Pertamina[/caption]
Lebih lanjut, Roberth menegaskan bahwa distribusi BBM oleh Pertamina Patra Niaga tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah pelosok dari Sabang hingga Merauke. Upaya ini dibarengi dengan investasi untuk memperkuat ketahanan energi, baik di daerah berkembang maupun di wilayah terpencil, sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca juga :Terkait kerja sama dengan badan usaha swasta, Pertamina Patra Niaga menekankan pentingnya ruang negosiasi yang saling menghormati prosedur internal masing-masing pihak. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem layanan energi nasional secara menyeluruh demi kepentingan masyarakat luas.Pertamina Catat 5,5 Juta Kendaraan Sudah Gunakan QR Pertalite
Baca juga: Jejak Lama, Modus Baru Dugaan Kebangkitan Jaringan BBM Bersubsidi di Pasuruan
Menanggapi isu mengenai kandungan etanol dalam produk BBM, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa praktik tersebut lazim dilakukan di industri minyak dan gas internasional.
Baca juga :“Penggunaan BBM dengan campuran etanol hingga 10 persen telah menjadi best practice di banyak negara, seperti Amerika Serikat, Brasil, bahkan negara tetangga seperti Thailand. Hal ini merupakan bagian dari upaya mendorong energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” jelas Roberth.Korupsi Pertamax Diduga Oplos Negara Rugi Rp193,7 Triliun per Tahun
Baca juga: Skandal Penipuan Solar Korban Kehilangan Rp1,5 Miliar, Saksi Ungkap Modus!
Meski muncul polemik di masyarakat, Pertamina memastikan bahwa layanan BBM tetap berjalan normal tanpa kendala. Konsumen juga dapat dengan mudah menyampaikan pertanyaan atau keluhan melalui Pertamina Contact Center 135, baik melalui telepon maupun akun media sosial resmi @pertamina135.
Baca juga :Robert memastikan, pihaknya komitmen untuk terus menyediakan layanan energi yang andal, aman, dan sesuai standar bagi seluruh masyarakat di Tanah Air.(red)Bareskrim Polri Bongkar Penimbunan Solar Beromzet Rp660 Juta per Bulan di Kota Pasuruan
Editor :