mediamerahputih.id | JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri Ziarah Akbar Hari Guru dan Hari Silsilah Kemursyidan Prof. Dr. Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya MA, MSc Al Khalidi an Naqsyabandi qs, di Surau Qutubul Amin, Arco, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jumat (20/6/2025). Acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, termasuk para pimpinan tarekat yang pernah menjadi murid Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
Ziarah berlangsung khidmat, dengan tenda-tenda yang disiapkan untuk jamaah masih berdiri hingga Minggu (22/6/2025). Ribuan peserta, yang merupakan salah satu tarekat terbesar di Indonesia, datang dari berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Rombongan dari Jawa Timur, misalnya, menggunakan 30 bus dan kereta api, mewakili 45 majelis surau di seluruh provinsi tersebut. Selain itu, jamaah juga datang dari Medan, Sumatera Utara, dan daerah lainnya.Baca juga :Ketua Panitia, Abangda Ir Erik Romando Rozas, menyatakan bahwa jamaah dari Medan dan daerah lain, termasuk Aceh dan Sumatera Barat, juga berpartisipasi dalam acara ini.Menteri Kebudayaan Fadli Zon Apresiasi Kurban Massal di Surau Qutubul Amin Depok
"Khusus dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, jumlah jamaah mencapai ribuan," ujarnya.
Menteri Muhaimin, yang akrab disapa Gus Muhaimin, tampak khidmat mengikuti prosesi di Pendopo Agung Qutubul Amin. Acara dibuka dengan lantunan adzan, bacaan Alquran, dan marhaban, menciptakan suasana yang khusuk di area peristirahatan Almaghfurlah Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Gus Muhaimin tidak menunjukkan sikap sebagai pejabat tinggi, mengingat tidak ada penyambutan khusus di surau tersebut.
Baca juga :Setelah acara, Gus Muhaimin berziarah di makam guru mursyid, diikuti oleh Dra Hj Erlina KY, istri Almaghfurlah Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Ia terlihat khusuk berdoa di makam tokoh tasawuf yang dikenal berhasil mendirikan 700 Alka atau tempat majelis dzikrullah di Indonesia dan luar negeri.62 Anak Peserta Khitan Massal Surau Qutubul Amin Beri Ibundanya Setangkai Bunga
Ribuan jamaah yang hadir di area surau seluas 4 hektare antre untuk berziarah di makam Almaghfurlah. Suasana tenang dan khidmat menyelimuti acara, tanpa suara gaduh.
[caption id="attachment_12937" align="aligncenter" width="680"]
Ibunda Dra Hj Erlina KY, isteri Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya menerima bunga persembahan dari puteri terkasih, Siti Fatimah Ningrum | MMP | Foto | dok SQA[/caption]
Ketua Majelis Surau Qutubul Amin, Abangda H Suroso Surya Atmadja, menjelaskan bahwa ziarah akbar ini merupakan peringatan Hari Guru atau Hari Silsilah ke-108, yang diselenggarakan Yayasan Qutubul Amin setiap tahun pada tanggal 20 Juni.
"Sejak 1999, Ayahanda Guru, setelah hijrah dari Qutubul Amin Medan ke Qutubul Amin di Depok, mengawali peringatan Hari Guru di surau ini," kata Surya Atmadja. Hari Guru ini menjadi momen penting bagi murid-murid tarekat di seluruh dunia untuk berziarah, sesuai amanah Mursyid Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.
Baca juga :Tahun ini, jamaah dari luar negeri, termasuk Inggris, Malaysia, Singapura, Australia, dan Amerika, juga turut hadir. "Pimpinan Surau-surau Negara Serumpun Malaysia juga ikut hadir," jelas Abangda Suroso, yang merupakan Khadam Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya.Jalan Sehat Patriotik Surau Qutubul Amin, Aldi Tahir Hibur 2.500 Peserta
Acara ini sekaligus memperingati para ahli silsilah Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah, yang ilmunya bersambung dari Nabi Muhammad SAW hingga Sayyidina Abu Bakar, dan pada tahun 1952, Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya dinyatakan sebagai ahli silsilah ke-35 oleh para guru tarekat yang pernah berkhidmat di Jabal Qubais, Makkah.
Baca juga :Tokoh tasawuf ini keilmuannya diakui dunia mampu mengilmiahkan tasawuf. Pengakuan itu, termasuk oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno. Bahkan awal 80-an, Guru mursyid yang dilahirkan dari keluarga tarekat di Padangsidempuan, Sumut pada 20 Juni 1917 ini mampu membuktikan energi Teknologi Alquran dapat meredam bencana letusan Gunung Galunggung, Jawa Barat.Baca juga: Surau Qutubul Amin Sembelih 52 Sapi dan 10 Kambing, Bagikan Daging Kurban ke Ribuan Warga
Bursa Paradens Duser-Qutubul Amin Bangkitkan Ekonomi Warga Pasca Pandemi
Sebagai cendekiawan yang juga ahli atom, Prof Dr Kadirun Yahya di era Presiden RI ke-2 Soeharto selain memperoleh sederetbintang jasa sebagai pejuang kemerdekaan RI, juga sebagai Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
[caption id="attachment_12938" align="aligncenter" width="680"]
Ribuan jamaah tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah mengikuti acara peringatan Hari Guru Maulana Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Al Khalidi an Naqsyabandi di Pendopo Agung Surau Qutubul Amin Depok | MMP | Foto | dok SQA[/caption]
Setelah mendirikan Surau "Qutubul Amin" di Arco, Kec. Bojongsari, Depok, sang Guru Mursyid menjadikan tempat majelis dzikrullah ini menjadi pusat itikaf atau suluk selama 10 hari yang diselenggrakan setiap bulan.
“Sejak Ayahanda Guru berlindung (berpulang ke rahmatullah-red) tahun 2001, suluk yang diamanahkan Beliau, Alhamdulillah dapat rutin dilaksanakan setiap bulan," ungkap Ketua Majelis Silaturahmi SQA ini.
Baca juga :Peserta suluk biasanya bisa lebih dua ratus jamaah. Mereka tidak hanya dari Jabodetabek atau wilayah pulau Jawa. Termasuk Kalimantan, Sumbar, Sumut maupun Sulawesi. Ada dari luar negeri.Baca juga: Puncak Haul ke-25 Ulama Tasawuf Prof Kadirun Yahya di Surau Qutubul Amin
Muhaimin Iskandar : Pers Indonesia Memegang Peranan Sangat Penting Mengawal Pembangunan Bangsa
"Jamaah asal Malaysia juga paling rajin,” kata Abangda Suroso Surya Atmadja.
Menko Gus Muhaimin hadir bersama isteri bukan kali pertama. Hari Guru 2021, saat masih menjabat Ketua MPR RI, juga sempat hadir. Kali ini, Menko didampingi Mantan Kakorlantas Polri Irjen Pol (Purn) Istiono, fungsionaris SQA dan Ketua Yayasan SQA Ir Sinar Yudha dan H Suroso Surya Atmadja, Ketua Majelis Silaturahmi SQA.
Baca juga :Ikut hadir beberapa perwira tinggi maupun perwira menengah Polri dan TNI baik yang masih aktif maupun purna. Di antaranya, Mayjen TNI (Purn) Musa Bangun, Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Eko Nugrohadi, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu.Cegah Krisis, Gus Muhaimin Ingatkan Komitmen Jokowi untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional
Puncak peringatan Hari Guru ini dimulai Pukul 07.00 berlangsung hingga Pukul 18.00. Terbagi dalam empat sesi. Diawali acara seremonial peringatan yang dibuka lantunan adzan dan marhaban. Sesi berikutnya salat Jumat berjamaah. Dilanjutkan ziarah seluruh jamaah, termasuk dari tarekat serumpun. Diakhiri dengan suka cita jamuan ribuan jamaah yang disiapkan panitia.(red)
Editor :