Merah Putih I PAMEKASAN- Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah (Pemkab) maupun masyarakat.
Pasalnya, tumpukan serta berserakan sampah menjadi dalang utamanya timbuhnya wadah berbagai penyakit. Meskipun pemerintah telah mengaungkan disipin protokol kesehatan (Prokes) namun tak di imbangi akan prilaku stimulus dari pemerintah sendiri yang kurang seriusnya dalam mengatasi kebersihan dan pelestarian lingkungan terkait pengelolaan sampah.
Dari pengamatan tim jepret peristiwa mediamerahputih.id masih banyak berserakan sampah di pamekasan karena kurang seriusnya pemkab menyoal masalah sampah. Padahal, kebersihan dan pelestarian suatu daerah sebagai cerminan dari daerah atau wilayah menjadi hak mutlak warga mendapatkan pelestarian lingkungan yang bersih dan sehat terlebih masih dalam kondisi pandemi saat ini.
Bahkan, upaya pelestarian lingkungan tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 1 ayat (2) UU No. 32 tahun 2009, bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum juga menjadi tanggung jawab pemerintah.
Jika hal ini terus berlangsung dalam jangka panjang maka dapat mempengaruhi arus investor daerah, daya jual dan daya tarik daerah tersebut akan menurun drastis.Bahkan menurut ahli kesehatan, polusi sampah, mengakibatkan dampak buruk terhadap kesehatan.
Hal ini mengakibatkan berbagai macam penyakit bisa ditimbulkan di area polusi sampah tersebut seperti terindeksi saluran pencernaan , tifus, disentri dan lainnya. Faktor pembawa penyakit tersebut adalah lalat dan berkembangnya nyamuk-nyamuk yang menginfeksi manusia dikarenakan sampah yang menggunung.
Tentu, petugas kebersihan adalah subyek utama guna menangani obyek yang bernama “Sampah”. Dinas lingkungan hidup (DLH) Pemkab Pamekasan juga harus mengatur sistem kerja mereka sebaik mungkin demi hasil yang sangat optimal.(dit)
Editor : MMP