mediamerahputih.id I Surabaya - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur atau Ditlantas Polda Jatim bersama Tim Pembina Samsat Jawa Timur telah meresmikan motor Samsat Keliling Kelurahan, yang diberi nama "Samsat Dulur". Program ini diyakini memudahkan warga dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Peresmian inovatif tersebut berlangsung di Kantor Samsat Surabaya Utara, Selasa (4/6/2024).
AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Kepala Subdit Registrasi dan Identifikasi atau Kasubdit Regindent Polda Jawa Timur, menyatakan bahwa pemilihan sepeda motor sebagai kendaraan untuk program Samsat Dulur ditujukan untuk meningkatkan daya jangkau mobilisasi. Menurutnya kendaraan roda empat tidak mampu mencapai beberapa lokasi tertentu.Baca juga:"Berbagai lokasi khusus seperti kawasan industri dan area lain yang masih minim capaian target pajaknya menurut pengawasan Badan Pendapatan Daerah akan kita jangkau," jelas Erik.Selama Operasi Lilin Semeru 2023, Tercatat 39 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas
Baca juga: Janji Urus Pajak Kendaraan, Mobil Malah Dijual Korban Rugi Rp101 Juta
Ia menyebut Samsat Surabaya Utara menjadi pelopor dalam menjalankan program Samsat Dulur ini. Jika program ini terbukti efektif, maka akan ada kemungkinan Motor Samsat Dulur ini akan disebarkan ke semua Samsat di Jawa Timur.
Baca juga:“Ini model pertama yang akan kita evaluasi bersama Badan Pendapatan Daerah untuk melihat seberapa jauh target yang bisa dicapai. Apabila terbukti efektif dan terjadi peningkatan, maka model ini pasti akan ditiru oleh Samsat di seluruh Jawa Timur." terangnya.Gaikindo Ajak semua pihak Ambil Bagian Atasi Polusi Udara Bukan salahkan Mobil
[caption id="attachment_10499" align="aligncenter" width="680"]
Inisiatif Samsat Dulur ini muncul sebagai inovasi dari Samsat Surabaya Utara untuk proaktif mendatangi kelurahan-kelurahan, memudahkan warga dalam membayar pajak kendaraan bermotor I MMP I ist[/caption]
Untuk diketahui Inisiatif ini muncul sebagai inovasi dari Samsat Surabaya Utara untuk proaktif mendatangi kelurahan-kelurahan, memudahkan warga dalam membayar pajak kendaraan bermotor.
AKP Ega Prayudi, Paur KB Samsat Surabaya, menjelaskan bahwa konsep Samsat Dulur terinspirasi dari evaluasi layanan sebelumnya yang kurang menarik minat. Ia menuturkan, "Kami belajar strategi marketing dari penjual tahu bulat yang goreng langsung di tempat. Mungkin terdengar sederhana, tapi dari situ kami belajar." ujarnya.
Baca juga:Sementara, Kresna Bimasakti, Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur, menambahkan bahwa Samsat Dulur pada awalnya akan fokus pada kelurahan dengan jumlah tunggakan pajak yang signifikan, sebagai strategi untuk mengurangi angka tunggakan pajak.Baca juga: Selama Operasi Lilin Semeru 2023, Tercatat 39 Orang Meninggal Akibat Laka Lantas
Pengguna Motor Listrik Akui Hemat Jelajahi Jogja-Pacitan Habiskan 15 Ribu Rupiah
"Kami berfokus pada kelurahan dengan kepadatan penduduk tinggi yang memiliki banyak tunggakan pajak, tujuannya untuk mempermudah layanan bagi wajib pajak," ujarnya.
Tidak hanya terbatas pada kelurahan, Samsat Dulur juga berencana menjangkau lokasi-lokasi krusial bagi masyarakat. Dengan operasional kendaraan roda dua, Bimasakti yakin bahwa layanan ini akan lebih efektif menjangkau lebih banyak area.
Baca juga:"Kami akan hadir di lokasi sesuai kebutuhan masyarakat, misalnya saat car free day atau pasar malam. Dengan Samsat Dulur, kami menjadi lebih mobile," katanya.Seorang Sopir mencatut Nama Petinggi Polri untuk menipu Istri pesiunan Polisi Rp 1,3 Miliar
Kresna Bimasakti juga mengungkapkan optimisme terhadap dampak positif Samsat Dulur terhadap pencapaian pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Timur, terutama dengan harapan menurunkan angka tunggakan pajak.
Baca juga:"Angka tunggakan pajak di Jawa Timur secara keseluruhan belum pernah melebihi 10 persen, dan untuk Surabaya Utara, data menunjukkan angka tunggakan hanya 7 persen," terang Bimasakti,Della Tertangkap Basah Selingkuh di Kamar Hotel Bareng Anggota Polri
Ia berharap angka tersebut dapat semakin menurun hingga idealnya mencapai nol persen.(ton/dtc)
Editor :