Hari Pertama Masuk Sekolah Ratusan Siswa SDN Ujung V Semampir Gagal Upacara Akibat Tergenang


Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu (4/1/2026) malam mengakibatkan halaman SDN Ujung V Semampir tergenang air. Dampak dari kondisi tersebut, lebih dari 500 siswa dan guru di sekolah itu tidak dapat melaksanakan upacara bendera pada hari

mediamerahputih.id | SURABAYA - Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Minggu (4/1/2026) malam menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah, termasuk di lingkungan sekolah. Akibatnya, lebih dari 500 siswa dan guru SDN Ujung V Semampir, Surabaya, tidak dapat menggelar upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, Senin (5/1/2026).
Genangan air terlihat menutup lapangan sekolah sehingga aktivitas pagi terpaksa dibatalkan. Meski ruang kelas tidak terdampak, kondisi tersebut menjadi pemandangan berbeda bagi para siswa yang baru kembali ke sekolah.
Baca juga :

Imam Syafi’i Soroti Kasus Penahanan SKL Siswa Akibat Tunggakan

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, turun langsung meninjau kondisi SDN Ujung V Semampir. Ia juga mengajak Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang baru sehari menerima surat keputusan (SK), Febrina Kusumawati, untuk melihat langsung kondisi sekolah di kawasan permukiman warga kurang mampu tersebut.

Baca juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir di Surabaya, Eri Cahyadi Buka Suara Soal Proyek Drainase

“Saya mengajak Kepala Dinas Pendidikan yang baru sehari menerima SK, Bu Febrina Kusumawati, melihat langsung kondisi sekolah di kawasan warga miskin tersebut agar mendapat perhatian penuh Pemkot Surabaya,” ujar Imam saat peninjauan.

Baca juga :

Sidak Anggota DPRD Bongkar Praktik Prostitusi Terselubung di Moroseneng, Wali Kota Surabaya Geram

Politisi Partai NasDem itu turut menyinggung besarnya anggaran penanganan genangan air di Surabaya yang dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025 sebesar Rp863,3 miliar, ditambah pinjaman kepada Bank Jatim senilai Rp197,2 miliar. Sementara itu, anggaran fungsi pendidikan mencapai Rp2,6 triliun.

“Persoalan ini seharusnya bisa secepatnya teratasi karena anggaran untuk mengatasi genangan dan fungsi pendidikan akan lebih besar lagi pada tahun 2026,” terang Imam.

[caption id="attachment_13886" align="aligncenter" width="680"]hari-pertama-masuk-sekolah-sdn-ujung-v-semampir Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i, turun langsung meninjau kondisi SDN Ujung V Semampir bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang baru sehari menerima surat keputusan (SK), Febrina Kusumawati, untuk melihat langsung kondisi sekolah | MMP | dok IS[/caption]

Baca juga: Diduga Wartawan Dibatasi Liput Proyek Sekolah Dispendik Surabaya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, memastikan genangan air tersebut tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia menyatakan air di lapangan sekolah telah surut dan proses pembelajaran tetap berjalan normal.

Baca juga :

Cegah Praktik Prostitusi, Satpol PP Gandeng TNI-Polri Gencar Patroli

“Saya pastikan tadi bersama jajaran Dinas Pendidikan untuk mengecek semua kondisi pascakejadian hujan, apakah masih ada titik genangan. Kita lakukan antisipasi, mudah-mudahan tidak terjadi seperti kemarin lagi,” kata Febrina.

Febrina menjelaskan, Dispendik Surabaya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, di antaranya pembersihan saluran air di sekitar sekolah. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya untuk menangani genangan di area sekolah.

Baca juga :

Baca juga: Begini Skema Perhitungan Jalur Prestasi Masuk SMP Negeri 2026/2027

Proyek SMPN Baru Tambak Wedi Rp 8 Miliar Jadi Sorotan Diduga Administrasi Janggal, Konstruksi Tak Standar

“Saya tadi menilik ke sana juga untuk memastikan bahwa sebenarnya sudah tidak tergenang, sudah klir semua. Kalau kelas tidak tergenang, hanya lapangannya saja,” jelasnya.

Menurut Febrina, genangan air di lapangan SDN Ujung V disebabkan oleh beberapa titik saluran yang tidak lancar sehingga air tidak dapat mengalir keluar area sekolah. Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dispendik akan melakukan pengecekan saluran secara menyeluruh.

“Nantinya kami bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga juga akan melakukan pengecekan kembali. Mungkin dibuatkan sodetan atau solusi lain, agar air bisa segera surut ketika hujan,” tandas Febrina.(ton)

Editor :

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru