Tolak Relokasi RPH, Ratusan Jagal Pegirian Bawa 4 Sapi Kepung Balai Kota Surabaya


Ratusan massa dari Paguyuban Jagal menggelar orasi di pintu sisi timur Balai Kota Surabaya, Senin, (12/1/2026) | MMP | Dhimas

mediamerahputih.id | SURABAYA - Ratusan jagal dan pedagang daging RPH Pegirian berunjuk rasa di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026). Aksi digelar di pintu sisi timur sebagai penolakan relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun.
Massa membawa empat ekor sapi menggunakan dua mobil sebagai simbol keresahan nasib mereka. Kehadiran sapi di tengah aksi menyita perhatian warga serta pengguna jalan sekitar Balai Kota.
Baca juga :

Hari Pertama Masuk Sekolah Ratusan Siswa SDN Ujung V Semampir Gagal Upacara Akibat Tergenang

Perwakilan massa menyuarakan kekhawatiran dampak ekonomi akibat relokasi yang dinilai memberatkan. Para jagal menilai pemindahan RPH mengancam mata pencaharian yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

[caption id="attachment_13914" align="aligncenter" width="680"]tolak-relokasi-rph-ratusan-jagal-pegirian Aksi massa menyuarakan kekhawatiran dampak ekonomi akibat relokasi yang dinilai memberatkan. Para jagal menilai pemindahan RPH mengancam mata pencaharian yang diwariskan secara turun-temurun | MMP | Dhimas[/caption]

Baca juga :

Harga Daging di Surabaya Stabil, Sapi Lokal Menurun

“Kami menolak relokasi ke lokasi baru,” teriak orator dari atas mobil komando.

Peserta aksi mayoritas warga Pegirian yang puluhan tahun hidup dari aktivitas RPH setempat. Massa menilai Tambak Osowilangun tidak representatif karena jarak jauh dan akses distribusi terbatas.

Baca juga: RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Baca juga :

Pengusaha Surabaya Diminta Lapor Satgas Penanganan Premanisme Jika Diganggu Preman

Baca juga: Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Relokasi dikhawatirkan memutus rantai ekonomi pedagang kecil, buruh angkut, dan usaha pendukung. Aparat kepolisian, TNI, dan petugas keamanan berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Sepuluh perwakilan massa beraudiensi dengan Pemkot Surabaya, namun belum mencapai kesepakatan. “Hasil mediasi belum sesuai tuntutan. Aksi akan dilanjutkan besok,” ujar perwakilan massa.(dms)

Editor :

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru