Anies sebut Pilkada Menang Utang selesai, Masuk Pemerintahan Tak Bermain Proyek

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anies Baswedan bakal calon presiden dari koalisi perubahan dan juga Capres Partai NasDem I dok fb Anies.
Anies Baswedan bakal calon presiden dari koalisi perubahan dan juga Capres Partai NasDem I dok fb Anies.

mediamerahputih.id - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan soal tidak adanya utang antara dirinya dan Sandiaga Uno.

Anies menyebut isu terkait uang Rp50 miliar yang akhirnya dibuatkan perjanjian kemudian ada pihak yang memberikan sumbangan sebesar itu sehingga uang tersebut bukan berasal dari Sandi maupun Anies.

Uang tersebut untuk membiayai Pilkada dan pihak pemberi uang meminta sumbangannya itu dicatat sebagai utang dengan perjanjian tertentu.

“Maka Pilkada selesai, dan menang, itu selesai tidak ada utang,” ucap Anies
Bakal calon Presiden dari koalisi perubahan itu mengatakan syarat itu dari pihak pemberi uang adalah bila pasangan Anies-Sandi menang maka uang tersebut dianggap sebagai dukungan, bukan utang.

Dalam perjanjian itu disebutkan jika Anies-Sandi kalah saat itu, maka uang pemberian tersebut dianggap sebagai utang yang harus dilunasi. Kendati demikian lanjut Anies, persoalan utang tersebut sebenarnya telah selesai.

“Maka Pilkada selesai, dan menang, itu selesai tidak ada utang,” ungkap Anies, dikutip dari kanal YouTube Merry Riana pada Minggu (12/2/23).

Ketika menang di Pilkada DKI saat itu dan ia masuk ke pemerintahan, Anies tidak mencari uang untuk membayar jumlah pinjaman tersebut.

“Kalau saya menang, saya masuk pemerintahan. Saya tidak mencari uang di pemeritahan untuk membayar itu. Bukankah ini yang menjebak kita selama ini? dengan praktik fundrising untuk biaya Pilkada,” kata Anies menjelaskan.

Sebaliknya jika pasangan Anies-Sandi saat itu kalah di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, maka Anies yang berada di luar pemerintahan akan mengusahakan uang karena tertera dalam perjanjian itu berubah menjadi utang.

“Kalau di luar pemerintahan, sah dong saya cari uang, sah juga punya usaha. Ketika saya menang tidak punya usaha,” tandasnya.

Ia menyebut Sandiaga Uno sempat memberikan Rp50 miliar untuk logistik Pilkada.atau lebih tepatnya Sandiaga bukan pemberi pinjaman, namun pihak penjamin pinjaman tersebut. Dalam perjanjian tersebut disebutkan jika utang itu dinyatakan lunas oleh pihak ketiga jika mereka berhasil menang dalam Pilgub DKI Jakarta.

Memecah belah kontestasi

Sebelumnya wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tak ingin melebar persoalnya terkait masalah utang Baswedan pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Menurutnya, hal itu akan memperkeruh situasi dan bisa memecah belah.

Karena isu tersebut, bagi Sandi tidak memberikan hal positif bagi masyarakat. Sebaliknya, akan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa menjelang Pilpres 2024 nantinya.

"Hal ini bila berpotensi memecah belah kita, kontestasi demokrasi ini harus kita jaga dan rawat. Tentunya pertemanan harus dijaga, persahabatan harus terus kita utamakan," kata Sandi, Sabtu (11/2).

Sandi sudah memutuskan tidak memperpanjang diskursus mempersoalkan yang selama ini menjadi isu dan buah bibir perhatian publik yang tidak memberikan dampak positifnya. Sandi berharap agar seluruh pihak dapat menghentikan pembahasan tersebut dan lebih banyak membicarakan gagasan tentang bangsa.

“Kita tidak lagi menatap masa lalu tetapi menatap masa depan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membicarakan terkait isu utang piutang Anies.

"Saya tidak akan memperpanjang mengenai ini (utang) lagi," sebutnya menjelaskan.

Seperti diketahui isu utang Rp50 miliar yang melibatkan bakal capres Partai NasDem Anies Baswedan dan Sandiaga terus bergulir jelang Pilpres 2024. Polemik itu bermula saat Sandi mengungkap ada perjanjian antara dirinya, dengan Anies, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pilkada DKI 2017.

Namun secara spesifik ia tak mendetail isi perjanjian tapi isu tersebut terus melebar bahkan merembet ke utang-piutang saat Anies dan Sandi menjadi pasangan calon di pilkada DKI 2017 silam.

Utang Anies ke Sandi dikabarkan senilai Rp50 miliar diungkap Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa yang terlibat dalam perjanjian antara Anies dengan Sandi. Namun belakangan, muncul salinan surat pernyataan antara Anies dengan Sandi pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Dalam salinan itu, utang Anies ke Sandiaga bernilai total Rp92 miliar.

"Dengan demikian saya mengakui total jumlah dana pinjaman I, dana pinjaman II dan dana pinjaman III adalah sebesar Rp92 miliar," bunyi salah satu poin surat tertanggal 9 Maret 2017.

Ketua Tim Pemenangan Anies di Koalisi Perubahan Sudirman Said mengonfirmasi surat tersebut.(red/pmg)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…