DPR Soroti Kualitas Pertalite yang Banyak Dikeluhkan Masyarakat

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

mediamerahputih.id?JAKARTA- Sejumlah pengguna kendaraan mengeluhkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi lebih boros pasca mengalami kenaikan harga.

Keluhan itu mereka sampaikan melalui akun media sosial Facebook salah satu pengguna media sosial Facebook mengunggah foto dengan membandingkan antara Pertalite yang dulu dengan Pertalite yang sekarang bahwa warnanya pun berbeda. 

Hal ini sontak membuat anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah perhatikan keluhan masyarakat soal penurunan kualitas Pertalite. Selain itu, pemerintah harus mengambil sikap terkait hal itu. Sebab menurutnya, banyak masyarakat di media sosial yang mempermasalahkan hal tersebut.

 

"Harus diakui bahwa heboh penurunan kualitas Pertalite kenaikan kenaikan harga BBM bersubsidi belum selesai. Masih banyak warga yang melaporkan soal ini. Bahkan Netizen kembali diramaikan soal kabar BBM Pertalite disebut-sebut hanya memiliki kadar oktan atau RON 86, padahal seharusnya RON 90. Pemerintah harus meneliti masalah ini secara khusus. Karena aduan masyarakat sudah banyak dan perlu ada kejelasan,” terang Mulyanto yang diterima redaksi mediamerahputih.id, Rabu (13/10/2022).

Kendati Pertamina maupun Pemerintah melalui Dirjen Migas, sudah menjelaskan dan menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap kualitas Pertalite ini. Tetapi nampaknya, isu ini tidak mereda.

 

Sehingga, Pemerintah harus menelusuri, menganalisis dan mencari penyebab dugaan penurunan kualitas Pertalite tersebut secara kompehensif.  Agar tidak menimbulkan stigma negative masyarakat dapat memahami. Bila tidak, ia mengkhawatirkan yang muncul hanyalah keluhan ketidakpuasan terhadap sikap Pemerintah. 

 

"Ini tentu tidak baik, apalagi di akhir-akhir masa Pemerintahan Presiden Jokowi dan memasuki tahun politik. Tidak bisa pemerintah defensif atau sekedar apologis dengan data-data hasil pengukuran kualitas Pertalite atau bahkan malah menyalahkan masyarakat. Pemerintah harus mendalami soal ini. Termasuk kemungkinan penyimpangan di tingkat depo atau SPBU," terangnya.

 

Politisi Fraksi PKS ini memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan penelitian secara mandiri. Namun memang hasilnya tidak bisa cepat didapat sebagamana pada penelitian di lembaga uji Pemerintah.

 

Sebelumnya banyak dilaporkan masyarakat, bahwa pasca kenaikan harga BBM bersubsidi dikeluhkan masyarakat berupa dugaan terjadinya penurunan kualitas BBM jenis Pertalite.

Dilaporan BBM jenis ini berubah warna menjadi lebih cerah, boros dan akselerasinya lemah. Bahkan ada dugaan, bahwa kualitas Pertalite lebih rendah dari Revvo-89, BBM non subsidi yang beroktan lebih rendah.

 

Sementara itu, PT Pertamina mengatakan bahwa kualitas Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite tidak mengalami perubahan. Pertamina juga menjamin seluruh produk BBM yang disalurkan secara resmi seperti SPBU maupun Prestashop telah memenuhi spesifikasi dan melalui pengawasan yang ketat.

Bahkan Pertamina juga menjamin jika tidak ada yang sesuai pihaknya tidak akan menyalurkan ke masyarakat.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, juga menyampaikan jika borosnya pertalite ini disebabkan karena adanya penguapan dari pertalite.

Secara spesifikasi batasan maksimum untuk penguapan pertalite adalah 10 persen, dibatasi maksimal 74 derajat celcius. Jika kendaraan dibiarkan di bawah sinar matahari langsung dalam jangka waktu yang lama, maka proses penguapan akan menjadi lebih aktif.(ayu/lt)

Tag :

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…