Gangster Fenomena Musiman, Anggota DPRD Surabaya: Perlu Tindakan Tegas dan Efektif dari Pemkot dan Penegak Hukum

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

mediamerahputih.id I SURABAYA- Maraknya fenomena gangster yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga Kota Surabaya beberapa pekan ini mendapat perhatian serius dari anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafii.

Ia menilai maraknya fenomena gangster di kota pahlawan ini salah satunya akibat lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan yang tergolongan jalanan tersebut.

Politisi Partai NasDem ini menyebut gangster itu bisa disebut mengorganisir sehingga kejahatannya bisa dikatakan terorganir kerap terjadi aksi kenakalan pada remaja dan ini harus ditindak tegas secara efektif dengan penegakan hukum agar efek jera terhadap pelaku.

“Kalau ngomong kejahatan terorganisasi ya tidak ada pilihan lain itu harus penegakan hukum yang serius dan efektif dong sehingga menimbulkan efek jera bagi pelakunya,” jelas Imam, Minggu (4/12/2022) malam ketika dikonfirmasi.

Imam memahami sebelum fenomena gangster ini marak terjadi aksi tawuran di Surabaya, tepatnya saat bulan Ramadan kerap terjadi. Hal ini menurutnya,sebagai fenomena musiman dan tentunya harus bisa diantisipasi dibaca sistem serta polanya.

“Ini perlu tindakan tegas dan efektif dari Pemkot dan penegak hukum dalam menangani perkara ini. Tentu mereka harus bisa membaca pola-pola fenomena sebelumnya dan itu perlu disikapi secara serius,” katanya.

Imam turut menyinggung, selama ini penanganan yang dilakukan baik Pemkot Surabaya maupun aparat kepolisian juga tidak efektif dan tidak menimbulkan efek jera bagi pelaku sebelumnya.

“Kemarin-kemarin itu yang ditangkap anak-anak di bawah umur dibawa ke Satpol PP lalu orangtuanya dipanggil dan selesai gitu aja,” ungkap Imam.

Ia mengkhawatirkan dalam penanganan sebelumnya yang dinilainya serba humanis itu sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi pelakuanya dengan penanganan humanis yang ia maksudkan tersebut.

“Terkadang ya mungkin waktu itu karena pemkot pendekatannya secara humanis tidak dengan memberikan nasi kotak. Enak rek diwehi nasi kotak, terus lawuhe ilang kroso enak, terus maringono dimulehno. Ya bisa jadi kemudian penanganan seperti itu tidak menimbulkan efek jera,” sebutnya.

Untuk itu, Imam meminta Pemkot Surabaya dan aparat kepolisian mengkoreksi atau mengevaluasi kebijakan dan penanganannya tersebut yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kalau kita bicara hukum, ya itu tadi, ketika mulai berulang kali pelanggarannya tentu harus dikoreksi dan dievaluasi. Berarti kan ada yang tidak bener atau kurang pas dalam penerapannya sebelumnya,” tandasnya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya bakal melakukan kegiatan operasi gabungan secara kontinyu bersama TNI/Polri, LPMK, Ormas dan warga di 31 kecamatan.

Menurut Eddy, hal itu dilakukannya dalam menciptakan suasana aman dan nyaman itu bukan hanya tugas TNI/Polri saja, akan tetapi juga tugas seluruh lapisan masyarakat.

“Pak Wali menekankan, agar warga ikut turun mengamankan kota ini, karena campur tangan masyarakat itu sangat diperlukan dalam hal seperti ini. Kami juga sudah membuat surat kepada seluruh camat untuk melakukan pengawasan dan pengamanan mandiri di wilayahnya masing - masing,” ucap Eddy.(ton)

Tag :

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…