Gerakan Kotak Kosong di Surabaya Menolak Calon Tunggal Pilwalkot 2024

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rudy Gaul, koordinator Aliansi Relawan Surabaya Maju, juga menambahkan keprihatinannya terhadap kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji selama lima tahun terakhir, terutama dalam isu "tanah surat ijo I MMP I grafis I Antonius Andhika
Rudy Gaul, koordinator Aliansi Relawan Surabaya Maju, juga menambahkan keprihatinannya terhadap kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji selama lima tahun terakhir, terutama dalam isu "tanah surat ijo I MMP I grafis I Antonius Andhika

mediamerahputih.id I SURABAYA - Puluhan warga Surabaya berkumpul di depan gedung DPRD Surabaya, Selasa (17/9) untuk mendeklarasikan dukungan mereka kepada kotak kosong dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya 2024. Gerakan aksi ini merupakan bentuk protes warga karena hanya ada satu pasangan calon yang maju dalam Pilwalkot, yakni pasangan petahana Eri Cahyadi dan Armuji.
Koordinator aksi, Harijono, menjelaskan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memilih kotak kosong sebagai simbol perlawanan terhadap dominasi elit partai politik. Menurutnya, masyarakat Surabaya menginginkan perubahan nyata dalam kepemimpinan kota pahlawan.
Baca juga:

Dominasi Elektabilitas Eri Cahyadi dalam Survei Pilkada Surabaya 2024

"Dengan memilih kotak kosong, kami berharap ini menjadi titik balik demokrasi di Surabaya. Ini adalah pesan bahwa kekuasaan sejati ada di tangan rakyat, bukan pada segelintir elit politik dan oligarki yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi mereka," kata Harijono.

[caption id="attachment_11449" align="aligncenter" width="1414"]gerakan-kotak-kosong-menolak-pilwalkot-surabaya Rudy Gaul, koordinator Aliansi Relawan Surabaya Maju, juga menambahkan keprihatinannya terhadap kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji selama lima tahun terakhir, terutama dalam isu "tanah surat ijo I MMP I grafis I Antonius Andhika[/caption]

Rudy Gaul, koordinator Aliansi Relawan Surabaya Maju, juga menambahkan keprihatinannya terhadap kepemimpinan Eri Cahyadi-Armuji selama lima tahun terakhir, terutama dalam isu "tanah surat ijo." Tanah surat ijo merujuk pada tanah aset pemerintah kota yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Baca juga:

Menyoal Penjabat Kepala Daerah Yang Akan Maju Pilkada

"Kami sepakat bahwa kotak kosong harus menang, apapun yang terjadi. Kami tidak ingin ada wakil boneka," ujar Rudy.

Untuk mendukung kemenangan kotak kosong, mereka telah menyiapkan sekitar 5.200 relawan yang akan bertugas sebagai saksi dan juru kampanye untuk sosialisasi ke masyarakat.

Target mereka adalah memenangkan kotak kosong dengan perolehan suara 50 persen plus satu hingga 70 persen melawan pasangan tunggal Eri Cahyadi-Armuji.

Baca juga:

Kontroversi Jokowi di Penghujung Jabatan

"Yang penting, kotak kosong menang, dan wali kota yang akan ditunjuk oleh Kemendagri muncul. Warga Surabaya tidak menginginkan Eri Cahyadi dan Armuji lagi," terang Rudy dalam orasinya.

gerakan-kotak-kosong-menolak-pilwalkot-surabaya

Sementara Surokim Abdussalam, pakar politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menyatakan bahwa meskipun ajakan masyarakat untuk mendukung kotak kosong adalah sah.

Baca juga:

Permintaan Maaf Jokowi

Namun menurutnya peluang kotak kosong untuk menang di Surabaya cukup berat. Hal ini disebabkan tidak adanya penghalang bagi calon potensial untuk maju, serta tingkat kepuasan publik terhadap petahana yang masih tinggi, yaitu di atas 75 persen.

Seperti diketahui pasangan Eri Cahyadi-Armuji yang diusung oleh seluruh partai politik di Surabaya, sebanyak 18 partai, akan melawan kotak kosong pada pemilihan yang dijadwalkan 27 November 2024.(ton)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…