Harga Minyak Naik, Kemendag Bakal Gelontor Minyakita

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ilustrasi operasi pasar murah dalam upaya menstabilkan harga bahan pokok di pasaran agar dapat di jangkau masyarakat di tengah tingginya harga Bapok. Sehingga bisa memberatkan warga menjelang puasa bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri I MMP I dok
ilustrasi operasi pasar murah dalam upaya menstabilkan harga bahan pokok di pasaran agar dapat di jangkau masyarakat di tengah tingginya harga Bapok. Sehingga bisa memberatkan warga menjelang puasa bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri I MMP I dok

mediamerahputih.id I SURABAYA – Melambungnya harga minyak goreng membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. Alhasil, dalam waktu dekat, Kemendag akan menggelontorkan Minyakita ke pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, selama ini pedagang pasar tradisional mengaku kesulitan mendatangkan Minyakita karena terkendala aplikasi. Sebab, untuk bisa menjual Minyakita, pedagang harus mendaftar dahulu melalui aplikasi SIMIRAH (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah).

"Minyakita sudah kita koordinasikan dengan Pak Mendag (Menteri Perdagangan) dan kita rapatkan dengan direkturnya. Ternyata dalam Minyakita itu setiap pengusaha harus mendaftar ke dalam aplikasi. Nah, pengusaha ini kan tidak punya kemampuan (mendaftar aplikasi)," jelasnya, Rabu (8/2/2023).

Wali Kota Eri memastikan, bahwa Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan bagi pedagang yang akan menjual Minyakita. Karena secara aturan, setiap pedagang yang menjual produk Minyakita harus mendaftar dulu melalui aplikasi SIMIRAH.

"Pak Mendag juga sudah menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelontorkan Minyakita itu. Karena pada waktu sidak ke Surabaya terkait beras, kita sudah bisa menahan (menstabilkan) berasnya. Kita sampaikan juga terkait dengan minyak, langsung beliau rapat di pemkot dengan menugaskan direkturnya," katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Eri akan terus intens melakukan monitoring harga Bahan Pokok (Bapok), khususnya minyak goreng dan beras di lapangan. Termasuk pula melakukan pengawasan pedagang yang menjual produk Minyakita di atas HET.

"Kalau pemkot hanya melakukan cek (monitoring) lapangan, siapa yang menjual (Minyakita) di atasnya HET. Tapi yang melakukan penindakan adalah Satgas Pangan (provinsi) dan kita bukan termasuk Satgas. Tugas kita (pemkot) adalah bagaimana ketika ada (harga Bapok) yang tinggi, maka kita akan lakukan operasi pasar dan tindakan lainnya," terangnya.

Sebelumnya, saat meninjau Pasar Tambahrejo Surabaya pada Senin, (6/2/2023) lalu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyatakan jika harga Bapok di pasar tradisional Surabaya stabil. Namun, ia mengakui jika keberadaan Minyakita mulai langka di pasaran.

"Minyakita sudah sedikit, harganya Rp15.000, padahal HET itu Rp14.000 paling mahal. Inilah yang kita selesaikan, mudah-mudahan dua minggu mendatang teratasi," kata Mendag Zulkifli.

Menurut dia, terdapat sejumlah hal yang menyebabkan Minyakita langka di pasaran. Di antaranya adalah karena harganya lebih murah, sehingga warga banyak yang beralih dari premium ke Minyakita. Juga, dikarenakan banyak warga yang memborong Minyakita melalui pembelian online.

"Mudah-mudahan dua minggu ini bisa kita atasi. Satu, jualan online nanti tidak boleh lagi, karena online nanti borong. Sekarang akan diutamakan ke pasar dan belinya harus pakai KTP, agar satu orang tidak borong, jual lagi," sebutnya.

Mendag juga menyatakan bahwa untuk mengatasi kelangkaan Minyakita di pasar tradisional, pihaknya akan menaikkan jumlah produksi. Termasuk akan mengurangi pasokan Minyakita ke pasar modern dan lebih dimasifkan ke pasar rakyat.

"Dulu (produksinya) 300.000 ton satu bulan, sekarang dinaikkan menjadi 450.000 ton satu bulan. Mudah-mudahan Minyakita seminggu mendatang di pasar-pasar sudah beredar lagi," ungkapnya. (dit)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…