Keren Mahasiswa UC, Dokumenterkan Kisah Buruh di Pelosok Jember

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Merah Putih | JEMBER- Pandemi Covid-19 yang melanda dua tahun ini telah berdampak terhadap para buruh. Eksistensinya mulai dari gaji hingga kesenjangan perekonomiannya.

Namun, kini berangsur mulai nampak normal dari kebiasaan sebelumnya berubah perlahan menyesuaikan kondisi. Berbekal akan keperdulian, tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Media Bisnis (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya menghabiskan akhir tahun 2021 untuk berkunjung bersama dengan Wadah Asah Solidaritas (WADAS) ke Jember membuat film dokumenter  untuk menguak sisi lain dari buruh yang ada di perkebunan karet di Jember.

Inisiatif yang terbilang jarang di lakukan mahasiswa yang berani menerobos hutan karet untuk mengabadikan dan mencari tahu kehidupan buruh sebelum covid-19 hingga sekarang.

Adapun, film dokumenter tersebut mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan para buruh di sana dan program apa saja yang diberikan WADAS bagi para buruh. Bersama dengan pengelola organisasi yang bernama Yohanes Baptista Cahaya Misjuan atau akrab disapa Johan, dan tiga mahasiswa yakni Fika Fatimah, Vincentius Jose Augusto dan Agung Prasetyo.

Ketiga mahasiswa FIKOM UC dan Johan setiba di perumahan buruh yang berada di tengah perkebunan karet. Mereka tinggal di rumah ketua Serikat Buruh Merdeka (SBM) yang akrab dikenal pak Sabar. Kondisi dikelilingi rumah tikus yang masih asli dari bangunan Belanda membuat mereka semakin penasaran dengan kehidupan di sana.

Pengalaman baru mereka dimulai dengan cerita singkat buruh yang sudah turun temurun dari keluarga sejak zaman Belanda oleh Pak Sabar.

"Bahkan, kami melihat langsung arsip-arsip sejarah seperti surat bagi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang di kirim untuk beberapa kepentingan kesejahteraan buruh di sekitar sana” ujar Fika salah satu mahasiswi FIKOM UC.

Tak hanya itu mereka juga membantu pak sabar memasukkan isi pil herbal hasil produksi SBM untuk diberikan kepada para buruh.  Pengambilan dokumenter itu seperti tracking pada malam hari di kaki Gunung Gumitir, medan yang dikenal cukup sulit karena kurangnya akses jalan menuju ke salah satu rumah buruh karet.

Berjalan melewati tanah yang tidak mulus di hutan belantara sampai menyebrang sungai demi menyaksikan dan mendengarkan secara live cerita-cerita dari buruh lokal disana.

"Durasi perjalanan yang ditempuh kurang lebih 30 menit, setibanya disana mereka langsung membuka sesi diskusi bersama para buruh. Dari perbincangan tersebut, mereka mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru yang tidak pernah didapatkan sebelumnya di wilayah perkotaan dan hanya ditemukan di kawasan perkebunan," terang Fika.

Film dokumenter kurang lebih setengah jam ini cukup menggambarkan perasaan suka cita kehidupan buruh di sana. Terjun langsung dalam setiap kegiatan yang dilakukan menjadi sesuatu yang baru bagi mahasiswa melalui film dokumenter mengulas sisi dan fakta-fakta menarik yang belum diketahui masyarakat banyak.

Rencana film dokumenter yang diproduksi langsung oleh mahasiswa FIKOM Universitas Ciputra Surabaya ini akan di publikasikan di channel youtube WADAS premier, Senin (10/1/2022).

"Selama tiga hari kami mendapat pengalaman berharga sisi lain buruh yang bekerja mulai dini hari hingga larut malam hanya untuk bisa makan," ucap Fika.(red)

Tag :

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…