Masalah Serius Keberadaan Guru Penggerak dan Guru Biasa

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menurut Kunjung Wahyudi guru Penggerak didukung secara signifikan dengan alokasi dana yang besar dan memiliki peluang yang lebih mendalam untuk promosi, khususnya ke posisi kepala sekolah ini menjadi sumber iri hati bagi para guru biasa I MMP I dok
Menurut Kunjung Wahyudi guru Penggerak didukung secara signifikan dengan alokasi dana yang besar dan memiliki peluang yang lebih mendalam untuk promosi, khususnya ke posisi kepala sekolah ini menjadi sumber iri hati bagi para guru biasa I MMP I dok

Permasalahan Kritis Keberadaan Guru Penggerak dan Guru Biasa di Era Kementerian Pendidikan

Oleh : Kunjung Wahyudi

mediamerahputih.id I  Tidak ada preceden dalam catatan sejarah pendidikan di mana profesi guru mengalami pembagian yang jelas seperti pada masa kini dengan adanya Kementerian Pendidikan saat ini, yang telah memperkenalkan program Guru Penggerak serta kategori Guru Biasa. ini adalah masalah serius.
Sebelumnya, semua guru dianggap setara, tetapi saat ini terdapat dua kategori jelas: Guru Penggerak dan guru biasa. Kondisi ini telah menimbulkan efek yang sangat besar pada karier dan masa depan pendidik-pendidik kita. Kesalahan dalam distribusi penghargaan antara Guru Penggerak dan guru biasa tampak nyata.
Baca juga:

Manifestasi Keadilan untuk Guru Indonesia

Guru Penggerak didukung secara signifikan dengan alokasi dana yang besar dan memiliki peluang yang lebih mendalam untuk promosi, khususnya ke posisi kepala sekolah.

[caption id="attachment_10431" align="aligncenter" width="680"]masalah-serius-guru-penggerak-dan-guru-biasa Guru biasa bisa jadi kurang termotivasi untuk memberikan pengajaran terbaik mereka akibat kurangnya pengakuan dan apresiasi atas usaha mereka I MMP I ilustrasi[/caption]

Ini menjadi sumber iri hati bagi para guru biasa, yang merasa bahwa nasib dan perkembangan karier mereka tidak mendapat perhatian sebagaimana mestinya. Terdapat persepsi bahwa mereka yang berstatus sebagai guru biasa terjebak dalam kategori tersebut tanpa harapan untuk maju, seolah-olah dilabeli sebagai kurang kompeten.

Perbedaan Pola Pandang dan Kebijakan

Diskrepanasi pandangan serta perlakuan terhadap Guru Penggerak dibandingkan dengan guru biasa mempertajam konflik yang ada. Guru Penggerak sering kali mendapatkan prioritas dalam berbagai aspek termasuk peluang karir dan menjadi kepala sekolah.

Baca juga:

Mendesak Surabaya Minta Tambahan Guru PPPK ke Pemerintah Pusat

Di sisi lain, guru biasa merasa diri mereka tidak mendapatkan apresiasi yang cukup, meskipun mereka memiliki peran besar dalam sektor pendidikan.

Situasi ini berpotensi mengganggu Kualitas Pendidikan. Faktor ini tidak hanya berpengaruh pada semangat dan moral guru-guru, tetapi juga pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru biasa bisa jadi kurang termotivasi untuk memberikan pengajaran terbaik mereka akibat kurangnya pengakuan dan apresiasi atas usaha mereka. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan, pada akhirnya, prestasi siswa.

Adakah Solusi untuk Mempersatukan Kembali?

Harusnya Pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, harus mencari cara untuk menangani masalah ini dengan solusi yang efektif.

Baca juga:

Beri Pengarahan pada Guru, Eri Cahyadi: Bentuklah Karakter Anak

Untuk menyelesaikan isu ini, beberapa langkah adil dan berpikiran luas yang dapat dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan meliputi:
  1. Kesetaraan dalam Kesempatan Karir: Mengimplementasikan sistem yang menawarkan peluang karier yang setara bagi seluruh guru, tanpa membedakan antara Guru Penggerak atau guru biasa.
  2. Penghargaan yang Berkeadilan: Menjamin penghargaan dan insentif diberikan secara adil, berdasarkan kinerja dan ketekunan, bukan berdasarkan status atau jabatan.
  3. Pelatihan dan Pengembangan Keahlian: Menyediakan akses ke pelatihan serta program pengembangan keahlian yang terbuka bagi semua guru, untuk meningkatkan standar dan kemampuan mereka.
  4. Dialog Konstruktif: Mendukung adanya dialog yang konstruktif antara Guru Penggerak dan guru biasa untuk mengatasi perbedaan pendapat, dengan cara mencari solusi bersama yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Melalui tindakan-tindakan tersebut, diharapkan dapat mengurangi perpecahan di antara para guru, memungkinkan mereka untuk bersatu kembali demi mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Penulis adalah Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Komnas Pendidikan

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…