Mengintip Peluang Duet Anies-AHY atau Anies-Khofifah di Pilpres 2024?

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lembaga Survei Indonesia (LSI) menakar Bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang di duetkan dengan Capres Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan ada dua nama selama ini mencuat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Paraw
Lembaga Survei Indonesia (LSI) menakar Bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres) yang di duetkan dengan Capres Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan ada dua nama selama ini mencuat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Paraw

mediamerahputih.id I JAKARTA -  Bursa bakal calon wakil presiden (bacawapres) dalam konstelasi jelang Pemilihan Presiden 2024 semakin hangat untuk diulas disandingkan dengan bakal calon presiden (bacapres) pada sosok Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, untuk Koalisi Perubahan memang ada dua nama selama ini mencuat, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Parawansa.

“Capres Anies Baswedan, salah satu tantangannya adalah memaksimalkan atau membuat suaranya di Jawa Timur lebih tinggi, itu akan membantu dia memenangkan capres.” terang Djayadi dalam program acara ‘Road to 2024, Bursa Cawapres di Balik Strategi Koalisi’ yang dikutip CNN Indonesia, Sabtu, 18 Maret 2023.

Sebab selama ini, basis Anies Baswedan selama ini cukup kuat di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Kemudian daerah Sumatera juga cukup kuat, di beberapa daerah Sulawesi juga kuat. Sedangkan daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah belum cukup kuat.

Jadi mungkin bagi Anies Baswedan, yaitu kalau strategi wilayah yang hendak dipakai siapa nama cawapres yang bakal membantu dia untuk memperkuat posisinya di Jawa Timur?

Diikatakan Djayadi, memang ada dua nama, yaitu Khofifah dan AHY. Khofifah, terang Djayadi, punya kekuatan selain karena dia populer sebagai gubernur, juga terutama punya basis Muslimat NU (Nahdlatul Ulama).

Selain itu, dia juga punya basis di daerah-daerah di sejumlah daerah PKB. Juga dia adalah seorang perempuan.

Namun, belum tentu suara NU di Jawa Timur atau suara kaum Nahdliyin di Jawa Timur itu bulat ke salah satu kandidat.

“Karena ada kemungkinan misalnya kalau Muhaimin jadi nyalon, lalu nanti Ganjar mencari nama lain dari NU juga, lalu ada nama Erick Thohir yang sudah mulai diasosiasikan dengan NU,” terangnya.

Jika seperti itu, maka menurutnya suara NU tidak akan bulat di Pemilu 2024 untuk daerah Jawa Timur yang menjadi basisnya Nahdliyin.

“Di sisi lain AHY, kita tahu keluarga AHY dan keluarganya termasuk Ibas dan Pak SBY itu kan juga punya kekuatan di Jawa Timur,” imbuh Djayadi.

Misalnya di daerah-daerah Mataraman, terutama di daerah Pacitan, Blitar, Trenggalek. “Jangan lupa, ketua Demokrat Jawa Timur adalah Wakil Gubernur Jawa Timur, seorang yang muda. Emil Dardak yang juga mantan Bupati Trenggalek,” ungkapnya.

Jadi AHY pun, lanjut Djayadi, punya basis sebetulnya. Tinggal apakah Anies misalnya akan lebih fokus untuk memenangkan Jawa Timur atau tidak, dengan akan memilih  strategi yang lebih luas.

“Kalau dia tidak hanya berfokus di Jawa Timur mungkin pilihan (AHY), karena AHY kan cukup kuat juga di Jawa Timur,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan Khofifah, sebutnya, AHY memang masih kalah saat ini. “Tapi kalau kita lihat secara nasional, AHY itu lebih tersebar kekuatannya. Tidak seperti Khofifah,” tandasnya.

Khofifah karena memang hanya berkutat sementara di Jawa Timur sebagai gubernur, maka memang basis utamanya masih di Jawa Timur.

AHY mungkin tidak sekuat Khofifah untuk menarik Jawa Timur. Tapi AHY merupakan ketua Partai Demokrat, yang mempunyai potensi untuk mengambil beberapa suara juga di wilayah lain selain Jawa Timur.

“Khofifah itu cukup kuat untuk di Jawa Timur, tapi belum tentu kuat untuk di wilayah-wilayah di luar Jawa,” pungkas Djayadi. (mmp/kba)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…