Ketika Pejabat Publik Ketidakpekaan Terhadap Suara Rakyat

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketika pejabat publik mengabaikan masukan ini, mereka tidak hanya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kebijakan, tetapi mereka juga menunjukkan ketidakjujuran dapat mengikis kepercayaan publik I MMP I Ilustrasi Generatif
Ketika pejabat publik mengabaikan masukan ini, mereka tidak hanya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kebijakan, tetapi mereka juga menunjukkan ketidakjujuran dapat mengikis kepercayaan publik I MMP I Ilustrasi Generatif

Ketika Pejabat Publik 'Ketidakpekaan' Terhadap Suara Rakyat

Oleh : Antonius Andhika

mediamerahputih.id I Era di mana informasi semakin terbuka dan partisipasi publik meningkat, pejabat publik yang tidak memperhatikan pendapat masyarakat berpotensi mengalami kerugian secara pribadi maupun profesional. Kebijakan yang tidak mempertimbangkan suara rakyat cenderung tidak efektif dan dapat mengikis kepercayaan publik. Hakekatnya masukan masyarakat sangat penting untuk proses demokrasi.
Pejabat publik dapat menggunakan masukan ini untuk menemukan kebutuhan nyata masyarakat, menilai dampak kebijakan yang diusulkan, dan melakukan perubahan untuk mencapai hasil terbaik. Namun, ketika pejabat publik mengabaikan masukan ini, mereka tidak hanya kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kebijakan, tetapi mereka juga menunjukkan ketidakjujuran berpotensi mengikis kepercayaan publik.
Baca juga:

Swakelola Berpotensi jadi Lorong Gelap Penyimpangan

Banyak kasus di seluruh dunia menunjukkan bahwa kurangnya perhatian terhadap masukan publik dapat memiliki akibat yang merugikan. Misalnya, demonstrasi dan ketidakpuasan publik telah sering disebabkan oleh keputusan pembangunan infrastruktur yang tidak melibatkan konsultasi publik. Tanpa dukungan publik, proyek tersebut akhirnya menyebabkan konflik sosial dan ekonomi, yang lebih banyak merugikan daripada membantu.

[caption id="attachment_10678" align="aligncenter" width="680"]pejabat-publik-ketidakpekaan-terhadap-suara MMP I Ilustrasi I SP[/caption]

Ketika pejabat publik mengabaikan pendapat masyarakat, kredibilitas mereka sebagai pejabat pemerintah dipertanyakan. Pejabat tersebut dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang tidak peduli dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Baca juga:

Makna Equiality Before the Law dan Penerapannya

Pada akhirnya, ini dapat merusak reputasi dan karir politik mereka. Contoh praktis termasuk ketika pejabat publik menerapkan kebijakan yang tidak disukai tanpa berusaha untuk menjelaskan atau membahas keputusan tersebut dengan masyarakat. Akibatnya, dukungan publik menurun pada pemilu berikutnya.

Untuk menghindari konsekuensi negatif dari ketidakpekaan terhadap masukan masyarakat, pejabat publik bisa mengadopsi beberapa strategi mulai dari mengadakan konsultasi publik secara rutin. Misalnya membuat forum atau pertemuan terbuka di mana masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan saran mereka secara langsung kepada pejabat.

Kemudian melakukan Survei secara langsung dengan menggunakan teknologi dan metodologi modern untuk mengumpulkan dan menganalisis pendapat rakyat secara luas dan sistematis. Hakekatnya pejabat publik terbuka secara transparansi dalam pembuatan kebijakan dengan memberikan informasi yang jujur dan lengkap tentang kebijakan yang sedang dipertimbangkan, termasuk potensi keuntungan dan kerugiannya dari suatu program kebijakan yang telah dibuatnya.

Baca juga:

Apakah Hakim Dapat mengisi Kekosongan Hukum? Begini penafsiran Hukumnya!

Selain itu responsive penting bagi seorang pejabat publik bahwa untuk membuktikan bahwa pemerintah mendengar dan menindaklanjuti masukan yang diberikan. Tentu ini bagian dari integritas pejabat publik yang terikat erat dengan responsivitas mereka terhadap kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Membangun dan memelihara kepercayaan publik memerlukan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi. Pejabat publik harus aktif mencari dan menerima masukan dari rakyat yang mereka layani, untuk memastikan bahwa kebijakan yang dibuat bukan hanya legal, tetapi juga legitim yang dapat diterima dan dihormati oleh masyarakatnya.

Penulis adalah Pemimpin Redaksi Media Merah Putih dan Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Negeri UT Surabaya

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…