Post Power Syndrom Apa yang Terjadi Sebelum dan Sesudah Pensiun?

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menjalani masa pensiun ditanggapi dengan berbagai cara, ada yang merasa gembira karena terbebas dari pekerjaan yang selama ini harus selalu dipertanggungjawabkan, namun tidak jarang banyak pegawai yang merasa kebingungan akan apa yang akan dikerjakan sete
Menjalani masa pensiun ditanggapi dengan berbagai cara, ada yang merasa gembira karena terbebas dari pekerjaan yang selama ini harus selalu dipertanggungjawabkan, namun tidak jarang banyak pegawai yang merasa kebingungan akan apa yang akan dikerjakan sete

Post Power Syndrom Apa yang Terjadi Sebelum dan Sesudah Pensiun? Mendalami Studi Normatif dan Empiris

Oleh: H. Adi Gunawan, S.H., M.A., M.H., M.Sos

mediamerahputih.id | Mungkin, pernahkah kita merasa kecewa, bingung, putus asa atau khawatir yang berlebih ketika memutuskan untuk berhenti bekerja?. Jika jawabannya BENAR, maka dipastikan kita mengalami "post power syndrome".

Post power syndrome adalah suatu kondisi kejiwaan yang umumnya dialami oleh orang-orang yang kehilangan kekuasaan atau jabatan yang diikuti dengan menurunnya harga diri.

“Power” pada kata post power syndrome bukan diartikan sebagai kekuasaan maupun pekerjaan. Melainkan dikonotasikan sebagai sosok yang tadinya aktif, banyak kegiatan, mendadak hilang semua sehingga timbul ketidaknyamanan. Jadi, orang-orang yang mengalami post power syndrome adalah orang-orang yang tidak bisa menerima perubahan yang terjadi, sebenarnya. Dan perubahan yang tidak bisa dia terima itu adalah perubahan yang berkaitan dengan hilangnya aktivitas, hilangnya kekuasaan,  hilangnya kekuatan, hilangnya wibawa, hilangnya harta, dan sebagainya.

Baca juga:

Mengapa perlu mempelajari Ilmu Hukum? Begini Metodenya!

Menjalani masa pensiun ditanggapi dengan berbagai cara, ada yang merasa gembira karena terbebas dari pekerjaan yang selama ini harus selalu dipertanggungjawabkan, namun tidak jarang banyak pegawai yang merasa kebingungan akan apa yang akan dikerjakan setelah pensiun.

[caption id="attachment_10255" align="aligncenter" width="680"]post-power-syndrome-sebelum-pensiun hadirnya keluarga atau orang lain yang terdekat akan sangat membantu atau mempengaruhi seseorang agar tidak mengalami post power syndrome. Hal ini karena merekalah yang lebih mengetahui kondisinya.[/caption]

Masa pensiun sering ditanggapi dengan perasaan yang negatif, tidak menyenangkan bahkan dipandang sebagai masa yang menakutkan. Oleh karena itu akan terkena gejala post power syndrome yaitu sindrom dari berakhirnya suatu jabatan atau kekuasaan dimana yang mengalaminya menjadi tidak bisa berpikir realistis, tidak bisa menerima kenyataan, bahwa sekarang sudah bukan pejabat lagi, bukan pegawai lagi dan sudah pensiun.

Baca juga:

Menyoal Gugatan PDIP Ke PTUN

Belum lagi ditambah dengan beban pikiran tentang ujian atau teguran hidup yang selalu mengintai, sehingga hal tersebut akan menjadi sangat komplek.

Namun ada sedikit solusi yaitu hadirnya keluarga atau orang lain yang terdekat akan sangat membantu atau mempengaruhi seseorang agar tidak mengalami post power syndrome. Hal ini karena merekalah yang lebih mengetahui kondisinya.

Baca juga:

Kebacot 2 Anggota Satlantas Sidoarjo Kepergok Ngamar di Hotel Didakwa Perzinaan

Cara paling mudah adalah dengan terus menjalin silaturahim dengan orang-orang di sekitar, baik itu keluarga maupun tetangga. Berkumpul dengan mereka agar kita tidak pernah merasa sendirian atau kesepian. Jika perlu bentuklah semacam komunitas dengan aktivitas yang sederhana tetapi menyehatkan jiwa raga. Atau mungkin membentuk sebuah komunitas religi seperti pengajian atau aktivis gereja, bisa juga komunitas berdasarkan hobi.

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…