Kebocoran Data Dispendukcapil Mencuat Pemkot Surabaya Pastikan Hoaks

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa data yang ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil merupakan bagian dari langkah penertiban administrasi kependudukan | MMP | dok pemkot
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa data yang ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil merupakan bagian dari langkah penertiban administrasi kependudukan | MMP | dok pemkot

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa kabar dugaan kebocoran data pada situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang ramai beredar di media sosial adalah tidak benar atau hoaks. Informasi tersebut dipastikan bukan kebocoran data pribadi warga.
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa data yang ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil merupakan bagian dari langkah penertiban administrasi kependudukan yang dilakukan Pemkot Surabaya.
Baca juga :

Dispendukcapil Surabaya Perketat Verifikasi Kartu Keluarga Jelang SPMB Jalur Zonasi

Data tersebut berkaitan dengan warga yang keberadaannya tidak ditemukan saat petugas kelurahan melakukan pendataan secara langsung.

Eddy menyebutkan, data yang dipublikasikan merupakan data tahun 2024 terkait warga yang hingga Juni 2024 masih belum diketahui domisilinya. Petugas kelurahan telah melakukan upaya jemput bola, namun belum berhasil menemukan yang bersangkutan di alamat tercatat.

[caption id="attachment_1680" align="aligncenter" width="680"]kebocoran-data-dispendukcapil-hoaks Pemkot Surabaya mengklaim bahwa verifikasi data kependudukan menjadi hal krusial agar seluruh program intervensi Pemkot Surabaya, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan, dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang benar-benar berdomisili di Kota Surabaya | MMP | dok[/caption]

“Langkah pengumuman melalui website ini bertujuan agar warga yang bersangkutan mengetahui dan segera datang ke kantor kelurahan untuk melakukan klarifikasi terkait keberadaan dan alamat tempat tinggalnya,” ujar Eddy Christijanto, yang diterima redaksi, Sabtu (16/1/2026).

Baca juga :

Tertib Adminduk Warga Jadi Kunci agar Bansos di Surabaya Tepat Sasaran

Menurutnya, verifikasi data kependudukan menjadi hal krusial agar seluruh program intervensi Pemkot Surabaya, baik di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan, dapat tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga yang benar-benar berdomisili di Kota Surabaya.

Akurasi data domisili juga berdampak pada efektivitas pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya. Karena itu, Eddy menegaskan bahwa data yang dipublikasikan telah melalui proses penyamaran pada elemen sensitif untuk menjaga keamanan dan privasi warga.

Baca juga :

Hari Pertama Masuk Sekolah Ratusan Siswa SDN Ujung V Semampir Gagal Upacara Akibat Tergenang

“Data tersebut sengaja kami tampilkan dengan elemen yang disamarkan, baik Nomor Induk Kependudukan maupun nama. Hanya yang bersangkutan yang dapat mengenali datanya. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi de facto di lapangan,” jelasnya.

Dispendukcapil Kota Surabaya memastikan keamanan seluruh data administrasi kependudukan warga tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat atau bersifat spekulatif di media sosial.

Baca juga :

Sepekan Beroperasi, Satgas Premanisme Surabaya Kantongi 8 Kasus

Di akhir pernyataannya, Eddy mengingatkan warga Kota Surabaya yang telah berpindah tempat tinggal namun belum melakukan pembaruan alamat untuk segera melapor ke kantor kelurahan setempat.

“Bagi warga yang sudah pindah tempat tinggal tetapi belum melapor, segera lapor ke kelurahan. Petugas akan membantu proses pembaruan alamat agar sesuai dengan domisili saat ini,” pungkasnya.(ton)

Berita Terbaru

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pengadilan Negeri Surabaya mengungkap dugaan jaringan perdagangan komodo yang melibatkan sejumlah pihak dan diduga berlangsung…

Parkir di Badan Jalan Ketabang Disorot, Legalitas Retribusi Rp1,5 Juta Jadi Tanda Tanya

Parkir di Badan Jalan Ketabang Disorot, Legalitas Retribusi Rp1,5 Juta Jadi Tanda Tanya

Kamis, 02 Jul 2026 22:16 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:16 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemanfaatan badan jalan di kawasan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, menuai sorotan setelah sejumlah kendaraan terlihat p…

Eri Cahyadi Kecam Keras Ayah Kandung Pelaku Pencabulan Hingga Hamili Anak

Eri Cahyadi Kecam Keras Ayah Kandung Pelaku Pencabulan Hingga Hamili Anak

Kamis, 02 Jul 2026 00:28 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 00:28 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengecam keras kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya sendiri hingga…