Konflik Jalan Ditembok di Asem Jajar III, BPN Diminta Ukur Ulang

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Eri Cahyadi meminta BPN melakukan pengukuran ulang di Jalan Asem Jajar III Surabaya yang menjadi konflik jalan ditembok melibatkan warga sehingga memunculkan konflik antar warga | MMP | dok pemkot
Wali Kota Eri Cahyadi meminta BPN melakukan pengukuran ulang di Jalan Asem Jajar III Surabaya yang menjadi konflik jalan ditembok melibatkan warga sehingga memunculkan konflik antar warga | MMP | dok pemkot

mediamerahputih.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung memimpin mediasi “konflik jalan ditembok” yang melibatkan warga Jalan Asem Jajar III, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan. Pertemuan yang menghadirkan perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), camat, lurah, serta kedua pihak yang bersengketa digelar di Kantor Kecamatan Bubutan, Kamis (30/10/2025).
Eri menyampaikan keprihatinan atas perselisihan antartetangga dan meminta semua pihak menahan diri. “Ketika saya melihat begini itu, saya tidak ingin sesama warga itu bergesekan, apalagi tetangga. Padahal kalau kita sedang kesusahan kita minta tolong tetangga,” ujarnya.
Baca juga :

Polemik Perizinan Tanah di Kampung Seng Surabaya, Warga Pertanyakan Legalitas Izin Baru

Menurut Eri, akar persoalan bermula dari transaksi penjualan tanah yang dipecah namun tidak dilaporkan dengan benar sejak awal. Penjual menyebut menyediakan setengah meter tanah sebagai akses jalan merupakan wakaf dari ibu penjual namun pembeli (Siti Holilah) merasa akses tersebut termasuk bagian dari lahannya sesuai Surat Hak Milik (SHM). Perbedaan pemahaman ini memicu pembangunan tembok dan memunculkan konflik.

[caption id="attachment_13604" align="aligncenter" width="680"]konflik-jalan-ditembok-di-asem-jajar-iii Dalam memimpin mediasi dengan warga, Wali Kota Eri juga mengimbau agar RT/RW maupun LPMK berhati-hati dan menghindari penerimaan uang meski dengan niat baik | MMP | dok pemkot[/caption]

Untuk memastikan batas yang sah, Eri meminta BPN melakukan pengukuran ulang di lapangan. “Kami berharap nanti setelah diukur ulang oleh BPN, semua warga bisa berbesar hati mengikhlaskan tanahnya demi akses jalan, sehingga tercipta kedamaian,” terangnya.

Baca juga :

Ramai Motor Mogok Usai Isi Pertalite Pertamina Langsung Tinjau SPBU di Jatim

Setelah pengukuran, Pemkot akan kembali mempertemukan kedua belah pihak untuk menyepakati penyelesaian. “Nanti setelah diukur kita akan pertemukan lagi mereka,” imbuhnya.

Eri juga mengimbau warga tidak memperkeruh suasana lewat media sosial. Ia menekankan penyelesaian secara kekeluargaan melalui Kampung Pancasila. “Saya tadi bilang ke Pak camat dan lurah untuk menyelesaikan masalah warganya lewat Kampung Pancasila, tidak semua harus dimasukkan ke medsos,” pesannya.

Baca juga :

Enam Siswa SDN Margorejo 1 Surabaya Diduga Keracunan Usai Minum Susu Promosi

Dalam kesempatan yang sama, Eri meluruskan isu mengenai dugaan penerimaan uang oleh lurah dan LPMK Tembok Dukuh terkait perkara ini. Setelah menelusuri informasi dan menanyakan langsung, ia memastikan kabar tersebut tidak benar.

“Setelah saya cari tahu ternyata tidak seperti itu ceritanya. Uang tersebut ternyata dikumpulkan oleh RT/RW atas niat baik setelah rapat di kelurahan untuk biaya ukur ulang BPN, yang diperkirakan antara Rp350.000 hingga Rp500.000. Namun, niat baik ini justru berubah menjadi fitnah karena adanya dugaan penerimaan uang oleh LPMK,” jelasnya.

Baca juga :

Proyek Saluran di Dukuh Kupang Dikeluhkan Warga, Rekanan Pelaksana ‘Dableg’

Eri menutup dengan imbauan agar RT/RW maupun LPMK berhati-hati dan menghindari penerimaan uang meski dengan niat baik. Ia berharap seluruh pihak dapat berbesar hati demi menjaga kerukunan antarwarga di Kota Pahlawan.(ton)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pengadilan Negeri Surabaya mengungkap dugaan jaringan perdagangan komodo yang melibatkan sejumlah pihak dan diduga berlangsung…