Pemkot Siapkan Operasi Yustisi Antisipasi Lonjakan Urbanisasi Pasca Lebaran 2026 di Surabaya

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Langkah Operasi Yustisi ini diambil untuk memastikan setiap warga yang masuk ke Kota Pahlawan memiliki tujuan dan sumber penghidupan yang jelas | MMP | dok
Langkah Operasi Yustisi ini diambil untuk memastikan setiap warga yang masuk ke Kota Pahlawan memiliki tujuan dan sumber penghidupan yang jelas | MMP | dok

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengantisipasi potensi meningkatnya arus urbanisasi pasca Lebaran 2026 dengan menyiapkan operasi yustisi bagi para pendatang baru. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap warga yang masuk ke Kota Pahlawan memiliki tujuan dan sumber penghidupan yang jelas.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pihaknya akan memantau kedatangan warga dari luar daerah, termasuk memverifikasi pekerjaan serta penghasilan mereka.
Baca juga :

40 Gudang Sampah Ilegal di Kawasan TPA Benowo Ditertibkan

“Kalau tidak memiliki pekerjaan yang jelas, tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” ujar Eri, Selasa (17/3/2026).

Kebijakan ini, lanjut dia, bertujuan menekan potensi masalah sosial akibat urbanisasi, seperti meningkatnya jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk pengemis dan gelandangan, hingga potensi tindak kriminalitas di perkotaan.

[caption id="attachment_14411" align="aligncenter" width="680"]operasi-yustisi-antisipasi-lonjakan-urbanisasi Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) | MMP | dok[/caption]

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW). Sinergi ini diharapkan mampu mendeteksi dan mendata arus pendatang secara lebih akurat sejak tingkat lingkungan terkecil.

Baca juga :

Euforia Belanja Lebaran Meningkat Penataan Parkir di Kawasan Pertokoan Ditertibkan

Eri juga mengimbau masyarakat yang mempekerjakan pendatang dari luar daerah, seperti pekerja rumah tangga atau pekerja lainnya, agar melaporkan keberadaan mereka kepada pengurus setempat. Langkah ini dinilai penting agar pemerintah dapat melakukan pendataan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban kota.

“Dengan pelaporan tersebut, kita bisa mengetahui jumlah warga Surabaya dan pendatang, termasuk pekerjaan mereka. Ini penting untuk menjaga stabilitas kota,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, menegaskan bahwa fenomena urbanisasi pasca Lebaran merupakan agenda rutin yang selalu diantisipasi setiap tahun.

Baca juga :

KPK Dalami Praktik Beri THR ke Polisi hingga Jaksa Terjadi di Banyak Daerah

Menurutnya, Surabaya tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan, namun pendatang diharapkan memiliki keterampilan dan tujuan yang jelas.

Sebagai bentuk pengawasan konkret, Pemkot Surabaya akan menggelar operasi yustisi dengan melibatkan unsur pemerintah wilayah mulai dari kelurahan hingga kecamatan. Dalam operasi tersebut, pendatang akan diperiksa kelengkapan administrasi, kepastian tempat tinggal, serta pekerjaan yang dimiliki.

Baca juga :

Anak Perwira Polisi Didakwa Edarkan 72 Gram Sabu

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Achmad Zaini, menambahkan bahwa pengawasan juga akan dilakukan melalui koordinasi lintas daerah. Hal ini untuk memastikan informasi terkait pendatang dapat diverifikasi secara menyeluruh.

Ia menilai, datang ke kota besar tanpa bekal pekerjaan yang pasti justru berpotensi menyulitkan pendatang itu sendiri. “Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, kita juga akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tegasnya.(ton)

Berita Terbaru

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pengadilan Negeri Surabaya mengungkap dugaan jaringan perdagangan komodo yang melibatkan sejumlah pihak dan diduga berlangsung…

Parkir di Badan Jalan Ketabang Disorot, Legalitas Retribusi Rp1,5 Juta Jadi Tanda Tanya

Parkir di Badan Jalan Ketabang Disorot, Legalitas Retribusi Rp1,5 Juta Jadi Tanda Tanya

Kamis, 02 Jul 2026 22:16 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:16 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA – Pemanfaatan badan jalan di kawasan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, menuai sorotan setelah sejumlah kendaraan terlihat p…

Eri Cahyadi Kecam Keras Ayah Kandung Pelaku Pencabulan Hingga Hamili Anak

Eri Cahyadi Kecam Keras Ayah Kandung Pelaku Pencabulan Hingga Hamili Anak

Kamis, 02 Jul 2026 00:28 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 00:28 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengecam keras kasus pencabulan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya sendiri hingga…