Pembobol Rumah Kasi Pidsus Kejati Jatim Dituntut 2,5 Tahun Bui

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
terdakwa Ponedi mengajukan permohonan keringanan hukuman dengan alasan memiliki anak yang masih bersekolah sidang dilakukan melalui sambungan Video call, Rabu (06/11) I MMP I Totok Prastyo
terdakwa Ponedi mengajukan permohonan keringanan hukuman dengan alasan memiliki anak yang masih bersekolah sidang dilakukan melalui sambungan Video call, Rabu (06/11) I MMP I Totok Prastyo

mediamerahputih.id I SURABAYA - Tukang kebun Ponedi, alias Kacong, dituntut pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan atau 2,5 tahun. Terdakwa dinilai terbukti melakukan pembobolan tindak pencurian di rumah milik Yogi Andiawan Sagita, Kepala Seksi Penuntutan Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang beralamat di Jalan Cipta Menanggal Surabaya.
Dalam persidangan, surat tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dzulkifli Nento menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian, sesuai dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP.
Baca juga:

Istri Ditahan Edward Tannur Terpantau Mondar-mandir di Kejati

"Terhadap terdakwa, kami menuntut dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan," ujar JPU Dzulkifli di hadapan Majelis Hakim di ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya Rabu (06/11/2024).

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa Ponedi mengajukan permohonan keringanan hukuman dengan alasan memiliki anak yang masih bersekolah.

"Saya minta keringan hukuman Yang Mulia," saut terdakwa melalui sambungan Video call.

Sementara JPU atas pembelaan terdakwa menyatakan tetap pada tuntutan.

Ketua Majelis Hakim Nyoman Ayu Wulandari, menunda sidang minggu depan untuk agenda sidang pembacaan putusan.

Baca juga:

Hakim Bebaskan Dwi Kurniawati, Jaksa Dinilai Gagal Buktikan Surat Pengalaman Kerja Palsu

Untuk diketahui dalam surat dakwaan Jaksa penuntut umum Suparlan Hadiyanto menyebutkan bahwa,  Ponedi memasuki rumah Yogi ketika ditinggal pulang kampung ke Jogjakarta. Pertama, dia masuk ke dalam rumah yang kosong dengan memanjat pagar lalu menyelinap melalu jendela. Pada aksi yang pertama, Ponedi membawa kabur uang Rp 3,5 juta yang tersimpan di laci.

[caption id="attachment_11789" align="aligncenter" width="680"]pembobol-rumah-kasi-pidsus-kejati-jatim Terdakwa Ponedi dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian, sesuai dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-5 KUHP I MMP I Totok Prastyo[/caption]

Berselang tiga pekan, dia kembali mencuri di rumah majikannya tersebut dan berhasil membawa pulang Rp 3,5 juta. Berikutnya pada pertengahan Juli lalu dia juga mengambil uang dengan nominal yang sama, yakni Rp 3,5 juta. Terakhir, pada akhir Juli dia kembali mengulangi perbuatannya kali keempat. Dia mencuri dua jam tangan dan uang Rp 200 ribu.

Baca juga:

Jaksa KPK Arif Usman Sebut Siska Wati Terbukti Melanggar Pasal 12 Huruf F UU Tipikor

Namun, kali ini dia bernasib sial. "Perbuatan terdakwa diketahui Yogi dari rekaman CCTV dari dalam handphone," ungkap JPU Suparlan dalam dakwaannya.

Yogi dan ketua RT, Mahmulhadi lantas membawa Ponedi ke Polsek Gayungan. Perbuatan Ponedi telah merugikan Yogi senilai Rp 25 juta. Ponedi tidak membantah dakwaan jaksa. Dia mengakui perbuatannya.(tio)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…