Wali Kota Eri Targetkan Volume Sampah ke TPA Turun Drastis

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat timbulan sampah di Kota Pahlawan mencapai 1.600 hingga 1.800 ton per hari, baik organik maupun anorganik. Besarnya volume tersebut mendorong penguatan penanganan dari sumber agar tidak seluruhnya bermuar
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat timbulan sampah di Kota Pahlawan mencapai 1.600 hingga 1.800 ton per hari, baik organik maupun anorganik. Besarnya volume tersebut mendorong penguatan penanganan dari sumber agar tidak seluruhnya bermuar

mediamerahputih.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) setiap 21 Februari, yang dimaknai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.
“HPSN menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga rumah tangga dan pelaku usaha,” ujar Eri, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan perubahan pola pikir sebagai kunci penyelesaian persoalan sampah perkotaan. Menurutnya, sampah tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar melalui pemilahan sejak dari rumah.

Baca juga :

Sampah Kursi Tersangkut, Pompa Kalisari Rusak Total Wali Kota Eri: Stop Buang Sampah ke Sungai!

Pemilahan dari hulu, lanjut dia, berdampak langsung pada penurunan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan dan daur ulang.

[caption id="attachment_14282" align="aligncenter" width="680"]wali-kota-eri-targetkan-volume-sampah-turun Sampah anorganik dikelola di 12 TPS 3R berkapasitas 10 hingga 20 ton per hari. Melalui fasilitas itu, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga sekitar 50 persen dari kapasitas awal | MMP I dok[/caption]

“Dengan pemilahan, sampah memiliki nilai guna dan ekonomi, sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan,” katanya.

Baca juga :

Berserakan Tumpukan Sampah di TPS Krembangan Surabaya

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya mencatat timbulan sampah di Kota Pahlawan mencapai 1.600 hingga 1.800 ton per hari, baik organik maupun anorganik. Besarnya volume tersebut mendorong penguatan penanganan dari sumber agar tidak seluruhnya bermuara di TPA.

Untuk sampah organik, penanganan dilakukan melalui 27 rumah kompos dengan kapasitas total sekitar 95,17 ton per hari. Sementara sampah anorganik dikelola di 12 TPS 3R berkapasitas 10 hingga 20 ton per hari. Melalui fasilitas itu, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga sekitar 50 persen dari kapasitas awal.

Baca juga :

Volume Sampah Harian di Surabaya 60 Persen Didominasi Organik

Eri juga menegaskan tempat usaha seperti hotel dan restoran wajib mengelola sampah secara mandiri agar tidak seluruhnya dibebankan ke TPA. Langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam Gerakan Nasional Indonesia ASRI untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Ia optimistis kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan, termasuk melalui inisiatif kampung seperti kompos, bank sampah, biopori, hingga TPS 3R dan TPS Terpadu, mampu menekan beban TPA Benowo secara berkelanjutan.

Baca juga :

Volume Sampah Meningkat saat Ramadan, Warga Diminta Hindari Penggunaan Plastik

“Mari bersatu dan bergotong royong menyelesaikan persoalan sampah dari hulu. Kita yakin, masalah ini bisa dituntaskan secara cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.(ton)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Jaringan Perdagangan Komodo Diselundupkan Lewat Pelabuhan Tanjung Perak sejak 2025

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

Kamis, 02 Jul 2026 22:44 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pengadilan Negeri Surabaya mengungkap dugaan jaringan perdagangan komodo yang melibatkan sejumlah pihak dan diduga berlangsung…