Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Liputan Sidang Kasus KDRT

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PN Surabaya menghentikan kasus kecelakaan lalu lintas yang menjerat Iwan Bintoro. Keputusan ini tertuang dalam Penetapan Nomor 48/Pen.RW/2026/PN Sby yang ditandatangani Wakil Ketua PN Surabaya, Safri. Dalam amar putusannya, pengadilan menyatakan sah pengh
PN Surabaya menghentikan kasus kecelakaan lalu lintas yang menjerat Iwan Bintoro. Keputusan ini tertuang dalam Penetapan Nomor 48/Pen.RW/2026/PN Sby yang ditandatangani Wakil Ketua PN Surabaya, Safri. Dalam amar putusannya, pengadilan menyatakan sah pengh

mediamerahputih.id | SURABAYA - Dugaan tindakan intimidasi terhadap wartawan kembali mencuat di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Seorang jurnalis memorandum.co.id, Jaka Santanu Wijaya, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pegawai dan sekuriti pengadilan saat meliput sidang kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa dr. Meiti Muljanti.
Baca juga :

Arfita Lexi Tipu Bos Rp6,3 Miliar dengan Modus Dewa

Menurut pemberitaan memorandum.co.id, peristiwa itu terjadi di Ruang Sidang Tirta ketika terdakwa membacakan nota pembelaan (pledoi). Insiden bermula setelah Jaka melakukan konfirmasi kepada Humas PN Surabaya, S. Pujiono, terkait etika majelis hakim yang tampak berbincang di tengah pembacaan pledoi terdakwa.
Baca juga :

Dua Polisi Penganiaya Jurnalis Nurhadi Hanya Dihukum 10 Bulan Penjara

Tak lama setelah konfirmasi tersebut, dua orang pegawai PN Surabaya salah satunya sekuriti berseragam merah maroon masuk ke ruang sidang dan mengarahkan kamera ponsel ke arah pengunjung, termasuk ke arah wartawan yang tengah meliput. Tindakan itu diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivitas jurnalistik.

[caption id="attachment_9877" align="aligncenter" width="680"]wartawan-diintimidasi-saat-liputan-sidang-kdrt Jaka Santanu Wijaya mengaku, dua orang pegawai Pengadilan Negeri (PN) Surabaya salah satunya sekuriti berseragam merah maroon masuk ke ruang sidang dan mengarahkan kamera ponsel ke arah pengunjung, termasuk ke arah dirinya yang tengah meliput. Tindakan tersebut diduga sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivitas jurnalistik | MMP | dok[/caption]

“Kita atasi. Kalau ada apa-apa kabari saya ya, nanti kita ingatkan,” ujar Pujiono saat dikonfirmasi wartawan, seperti dikutip dari memorandum.co.id.

Baca juga :

Pemilihan Anggota Dewan Pers Harus Mengacu pada Putusan MK

Terpisah, Humas PN Surabaya sekaligus hakim, Pujiono, menyatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Sekretaris PN Surabaya selaku atasan langsung terkait insiden tersebut. “Kami belum mendapat laporan, Mas,” katanya, Rabu (22/10).

Sementara itu, Sekretaris PN Surabaya, Jitu Novie Wardoyo, menegaskan bahwa individu yang terlihat dalam rekaman bukan panitera pengganti, melainkan staf pengamanan sidang. Ia menyebut tampilan petugas tersebut mungkin menimbulkan kesan intimidatif.

“Mungkin karena muka staf pengamanan seperti itu, jadi terkesan intimidasi,” ujarnya.(tio)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…