Rentan meningkatkan Diabetes, Cukai MBDK Didesak segera Diterapkan!

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekretaris YLPK Jatim, Mukharrom menyebut, perubahan harga dapat mempengaruhi perilaku konsumen minuman berpemanis kemasan. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa cukai dapat mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat sehingga akan berdampak luas pada
Sekretaris YLPK Jatim, Mukharrom menyebut, perubahan harga dapat mempengaruhi perilaku konsumen minuman berpemanis kemasan. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa cukai dapat mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat sehingga akan berdampak luas pada

mediamerahputih.id I Surabaya - Wacana bakal diterapkan cukai MBDK atau (Minuman Berpemanis Dalam Kemasan) pada 2024 ini terus menjadi perhatian publik. Pasalnya MBDK ini berdasarkan kajian penelitian medis rentan meningkatkan risiko diabetes mencapai 5,5 persen konsumsi gula lebih dari 50 gram per hari dan menyasar anak-anak dan remaja yakni 25,9 persen di usia kurang dari 17 tahun.
Sementara dari catatan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) rentan resiko akibat konsumsi gula pada masyarakat untuk resiko obesitas sebesar 12 persen, diabetes tipe 2 sebesar 27 persen, dan risiko hipertensi sebesar 10 persen.
Baca juga:

Inilah Langkah Antisipasi Cegah Pneumonia Misterius di Surabaya

Namun, saat ini masih ada pihak yang kontra terhadap pemberlakuan cukai pada MBDK karena dianggap merugikan industri dan ekonomi. Padahal, beberapa riset menyebut cukai MBDK memberi dampak baik terhadap industri.

Sekretaris Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Mukharrom Hadi Kusumo mengatakan perlu dorongan pemerintah dan DPR untuk memberlakukan cukai MBDK tahun ini (2024, red).

Menurutnya, wacana pemberlakuan cukai MBDK di Indonesia sudah 5 (lima) tahun lamanya tak kunjung realisasi. “Sudah hampir 5 tahun ini penerapan MBDK di Indonesia tidak kunjung direalisasikan,” kata Mukharrom.

Baca juga:

Wajib Tahu Tips Traveling bagi Para Ibu saat Hamil

Keberadaanya cukai MBDK ini, sebut Mukharrom, sangat urgen, mengingat jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 29,5 juta dengan peningkatan dua  kali lipat yang diderita usia muda.

“Ini urgen sebab, konsumsi gula penduduk Indonesia saat ini mencapai 5,5 persen konsumsi gula lebih dari 50 gram per hari. Mirisnya, terbanyak terjadi pada anak-anak dan remaja yakni 25,9 persen di usia kurang dari 17 tahun,” terangnya sembari merinci data Survei Konsumsi Minuman Berpemanis Kemasan yang dilakukan YLPK di 10 kota di Indonesia pada 2023 lalu.

Baca juga:

MAKI Tuding Firli Bahuri Lakukan obstruction of justice

Mukharrom memaparkan tingginya konsumsi gula masyarakat, salah satunya disebabkan kemudahan akses mendapatkan MBDK karena ketiadaan aturan produksi dan distribusi.

cukai-mbdk-didesak -segera-diterapkan

Sekretaris Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Mukharrom Hadi Kusumo

“Perlunya regulasi yang mengatur pemasaran produk-produk berpemanis, khususnya kepada anak-anak dan remaja sebenarnya dapat mengurangi dampak pemasaran secara agresif,” tegasnya.

Mukharrom menyebut, perubahan harga dapat mempengaruhi perilaku konsumen minuman berpemanis kemasan. Beberapa studi empiris menunjukkan bahwa cukai dapat mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat sehingga akan berdampak luas pada kesehatan masyarakat.

Namun ia menyayangkan pemahaman masyarakat tentang cukai masih terbatas. Tetapi dari hasil Survei Konsumsi Minuman Berpemanis Kemasa menunjukkan  pendukung kenaikan cukai sebanyak 51 persen.

“Ini adalah masalah serius. Sehingga hal ini tentu sebagai upaya pengendalian konsumsi. Dan peningkatan pemahaman ini dapat  mempengaruhi keputusan dan prilaku konsumen dalam mengkonsumsi minuman Berpemanis dalam kemasan ini,” ujarnya.

Alhasil, pihaknya mengingatkan, penerapan cukai MBDK sangat penting, karena pengenaan cukai pada MBDK dapat mengurangi beban pembiayaan pemerintah terhadap penanganan penyakit tidak menular yang ditimbulkan seperti diabetes.

Baca juga:

Wali Kota Eri Ancam Pecat ASN Bekingi RHU dan Prostitusi di Hotel

“Ingat, tarif cukai yang rendah tidak menghasilkan dampak yang signifikan. Pendapatan cukai bisa dialokasikan untuk meringankan beban BPJS kesehatan. Pemerintah harus membuat regulasi untuk mengaturnya,” ujarnya.

Dalam konteks ini, maka YLPK merekomendasikan, kepada Pemerintah harus segera menindaklanjuti penerapan cukai MBDK tahun ini sebagai langkah mengontrol pola konsumsi dan mencegah prevalensi diabetes pada anak-anak dan remaja.

“Sehingga penerapan cukai MBDK yang lebih tinggi dari 25 persen berdasarkan kandungan gula tanpa pengecualian juga harus dilakukan secara komprehensif,” tegasnya.

Baca juga:

Perlindungan Konsumen selalu digunakan OJK untuk Selesaikan Permasalahan Asuransi

Esensi dari persoalan ini adalah Pemerintah harus membuat peraturan dan kebijakan mengatur keberadaan MBDK pada anak-anak dan remaja yang dapat membantu mengurangi dampak pemasaran secara agresif, termasuk memberi informasi label yang dapat menyesatkan

“Tentu hal ini Pemerintah harus hadir melindungi kesehatan segenap konsumen dengan segera melakukan penerapan cukai terhadap MBDK,” pungkasnya.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memastikan terdapat golongan produsen yang tidak akan terkena cukai MBDK. Adapun golongan produsen yang tidak terkena cukai itu salah satunya adalah pedagang minuman di pinggir jalan.

"Kami sudah di tahap penyiapan regulasinya dan pemetaan seberapa besar dampaknya dan kami sedang simulasikan penerapannya yang seperti apa nantinya dan lingkupnya seperti apa," terang Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis, Direktorat Jenderal Bea Cukai Muhammad Aflah Farobi dalam acara Strategi Kebijakan Penerimaan Negara dalam APBN 2024, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023) lalu.

Baca juga:

85 Rekening Pinjol Ilegal Diblokir

Ditjen Bea Cukai, menurutnya tengah menyiapkan regulasi yang lebih detail soal aturan tersebut. Pihaknya berjanji akan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat ketika akan menerapkan aturan ini.

Sebelumnya, Ditjen Bea Cukai menyatakan bahwa aturan baru mengenai cukai minuman berpemanis tidak akan berlaku tahun 2023, melainkan baru pada 2024.

Mereka menarget pendapatan di sektor minuman bergula dalam kemasan diperkirakan akan mencapai Rp 3,08 triliun. Bahkan penerapan cukai tersebut telah dimuat ke dalam Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024. Penerapan aturan cukai minuman manis ini untuk mencegah dampak buruk gula terhadap masyarakat.(ton/net)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…