mediamerahputih.id I SIDOARJO - Oknum polisi, Aiptu AS dari Kepolisian Polres Pelabuhan Tanjung Perak (KP3) Surabaya, diduga terlibat dalam jaringan narkoba berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Terungkapnya kasus tersebut setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggeledahan di rumah Aiptu AS, Kamis (5/12) sekitar pukul 10.00 WIB, di Taman Indah Regency, Sidoarjo. Penggeledahan itu pengembangan penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan Aiptu AS.
Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim, Noer Wistanto, menjelaskan bahwa Aiptu AS tidak berada di rumah saat penggeledahan berlangsung karena yang bersangkutan telah ditahan di BNN Pusat sejak 19 Oktober lalu.Baca juga :"Selama penggeledahan, kami mengamankan buku rekening milik Aiptu AS, yang saat ini menjadi barang bukti dalam penyidikan," kata Noer.Kelakuan! 2 Oknum Polisi Terlibat Perampasan Motor Setelah Pesta Narkoba
[caption id="attachment_11956" align="aligncenter" width="680"]
Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggeledahan di rumah Aiptu AS, Kamis (5/12) sekitar pukul 10.00 WIB, di Taman Indah Regency, Sidoarjo. Penggeledahan itu pengembangan penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan Aiptu AS I MMP I dok[/caption]
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa ada empat buku rekening yang dibawa oleh penyidik. Mengenai kemungkinan adanya transaksi mencurigakan, Noer menambahkan bahwa hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga :"Belum diketahui, yang jelas kami temukan sekarang dan akan kami periksa lebih lanjut," tambahnya.Dua Polisi Berselingkuh Divonis 4 Bulan Penjara, Pelapor Kecewa
Noer kemudian menjelaskan bahwa awalnya dua rekan Aiptu Arief S, yakni Fattah dan Erwin, yang ditangkap di Nusa Tenggara, menjadi kunci dalam pengungkapan kasus ini. Dari keduanya, penyidik menemukan barang bukti berupa 2 kilogram sabu.
Baca juga :"Setelah ditangkap, mereka menyebut nama Arief S," ungkap Noer.Oknum Pengacara-Polisi, Cepu dan Kurir Kompak Bisnis Narkoba
Lebih lanjut, Noer Wistanto menjelaskan bahwa Aiptu Arief S diduga terlibat dalam jaringan narkotika yang beroperasi di Sumatera Utara, dengan peran sebagai pengendali utama. "Perannya sebagai pengendali," tegasnya.(tio)