YLPK Jatim Sebut Pengguna Asbes Putih 100 Persen Belum Pernah Alami Sesak Napas

author

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Selasar Rumah Pemukiman Warga Memakai Atap Asbes I MMP I dok YLPK
Selasar Rumah Pemukiman Warga Memakai Atap Asbes I MMP I dok YLPK

mediamerahputih.id I SURABAYA - Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Jawa Timur (YLPK Jatim) telah melakukan penelitian terkait penggunaan produk bahan bangunan rumah yang terbuat dari asbes putih (chrysotile). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada keluhan dari konsumen pengguna asbes putih yang mengalami sesak napas akibat paparan atau pengaruh dari bahan tersebut. Bahkan, 100 persen rumah yang menggunakan asbes putih dalam penelitian ini melaporkan tidak ada kasus sesak napas di kalangan penghuninya.
Penelitian ini dilakukan di 31 kecamatan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan sampel yang diambil dari 17 kecamatan dan 18 kelurahan yang tersebar di seluruh kota pahlawan tersebut. Beberapa kecamatan yang menjadi lokasi penelitian antara lain Kecamatan Kenjeran, Kecamatan Bulak Banteng, Kecamatan Semampir, Kecamatan Simokerto, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Genteng, Kecamatan Bubutan, Kecamatan Asem Rowo, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Sawahan, Kecamatan Sukomanunggal, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Wonokromo, dan Kecamatan Karang Pilang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7-8 Desember 2024.
Baca juga :

YLPK Jatim Desak Prinsipal GS Yuasa Laporkan Aki GS Abal-abal

Tim peneliti YLPK Jatim dipimpin oleh Ketua Tim Muhammad Said Sutomo, bersama Mukharrom Hadi Kusumo dan Dimas Nur Kholbi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur kepada konsumen pengguna produk asbes putih di Kota Surabaya, khususnya, serta masyarakat konsumen pada umumnya, agar mereka merasa aman dan nyaman. Penelitian ini juga bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar terkait isu-isu yang menyebutkan bahwa produk asbes putih dapat menyebabkan penyakit asbestosis.

[caption id="attachment_11984" align="aligncenter" width="680"]pengguna-asbes-putih-belum-pernah-sesak-napas  Tim surveyor YLPK Jatim saat melakukan Wawancara kepada responden pengguna asbes di Surabaya I MMP I dok YLPK[/caption]

"Harapannya, masyarakat konsumen pengguna bahan bangunan dari asbes putih memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur, sesuai dengan hak-hak konsumen yang diatur dalam Pasal 4 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," terang Ketua YLPK Jatim, Said Sutomo berdasarkan rilis resmi yang diterima redaksi mediamerahputih, Rabu (11/12/2024) malam.

Baca juga :

Apartemen Bale Hinggil Diduga Tak miliki Izin Parkir, Penghuni Keluhkan Pungli

YLPK Jatim mengungkapkan telah mengambil sampel sebanyak 100 responden yang berjumlah 100 responden konsumen pemilik rumah pengguna bahan bangunan bahan asbes putih mulai dari penggunaan bahan bangunan bahan asbes putih yang berumur 20 tahun hingga berumur 75 tahun, yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki 51%, dan jenis kelamin perempuan 49%.

Hasilnya sebanyak 54% responden menempati rumah di atas 30 tahun berbahan atap asbes putih tidak mengalami sesak napas atau mempunyai penyakit asbestosis, dan bermukim selama 20-30 tahun dengan menempati rumah berbahan atap asbes putih sebanyak 26% responden. Sedangkan yang bermukim di bawah 20 tahun sebanyak 20% responden.

Baca juga :

Polemik antara Penghuni Bale Hinggil dengan Pengelola Dilaporkan ke Polda Jatim

"Semuanya konsumen pengguna bangunan rumah berbahan atap asbes putih, Alhamdulillah dalam keadaan sehat walafiat sampai sekarang," terang peneliti YLKI Jatim.

Oleh karenanya, kebutuhan masyarakat konsumen Kota Surabaya terhadap produk Fiber Cement berbahan asbes putih antusiasnya masih tinggi, karena mereka masih merasa aman dan nyaman. Sebanyak 97% responden.

Terkait pertanyaan setuju atau tidaknya tentang produk asbes masih tetap akan digunakan terdapat sebanyak 99% responden. Sedangkan untuk kebutuhan kedepan terhadap produk asbes masih sebagai bahan bangunan atap rumah yang menyatakan masih dibutuhkan sebanyak 99% responden.

Baca juga :

YLPK Jatim Ingatkan Kehati-hatian dalam Memilih Produk Aki

"Alasannya kenapa produk asbes masih menjadi pilihan masyarakat karena kuat jawab 81% responden, dan beralasan ringan sebanyak 81%. Selain itu mereka beralasan karena mudah dicari sebanyak 76% responden, dan yang beralasan karena harganya murah dan terjangkau sebanyak 59% responden." ujarnya.

Hasil penelitian di Surabaya ini memperkuat hasil penelitian di Jakarta yang dilakukan oleh Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PKTK3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2019. Dalam penelitian tersebut diungkap hasil pengukuran kadar asbes di udara pada kawasan pemukiman dan kawasan perusahaan asbes menunjukkan hasil di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) dari nilai ketentuan 0,1 f/cc, penelitian tersebut dilakukan di Kelurahan Karet Tengsin Kecamatan Tanah Abang Kota Jakarta Pusat Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada tahun 2019.

Baca juga :

Pecatan Polisi Jadi Dalang Komplotan Pencuri Kabel Telkom

Tim peneliti dari Universitas Indonesia bernama Doni Hikmat Ramdhan SKM, MKK, Ph.D, dan kawan-kawan, menunjukkan hasil pengukuran kadar asbes di udara pada pemukiman penduduk di bawah 0,1 f/cc yaitu antara 0,001 f/cc sampai dengan 0,033 f/cc sedangkan di perusahaan asbes paling kecil 0,001 sampai paling besar 0,053 sehingga tidak menyentuh angka 0,1 f/cc NAB.

Maka paparan serat asbes putih (chrysotile) terhadap udara di pemukiman Kelurahan Karet Tengsin dan udara di 4 (empat ) perusahaan asbes tidak berbahaya karena di bawah NAB 0,1 f/cc.

Baca juga :

Surabaya Darurat Pencurian Kabel Telkom, Pelaku Dituntut 2 Tahun Penjara

Untuk lebih meyakinkan masyarakat konsumen Indonesia yang memakai produk Fiber Cement berbahan asbes putih maka dalam waktu dekat YLPK Jatim akan melakukan eksperimental dengan cara menghancurkan produk Fiber Cement berbahan asbes putih di dalam ruangan tertutup. Kemudian YLPK Jatim menguji udara yang berada di dalam ruangan tertutup tersebut apakah udara tersebut terkontaminasi oleh asbes putih atau tidak.(rom)

Berita Terbaru

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Pengamat Sebut Mutasi Lurah Tambak Wedi Jadi Momen Evaluasi Tata Kelola Aset Publik Surabaya

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:49 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA — Mutasi Lurah Tambak Wedi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai tidak seharusnya hanya menjadi perdebatan terkait pe…

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

RT/RW Dilarang Tarik Iuran Sembarangan, Ini 3 Pungutan yang Masih Dibolehkan

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 23:04 WIB

mediamerahputih.id | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat aturan terkait penarikan iuran di lingkungan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW). Melalui…

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Penghapusan Konten Berita Tak Bisa Sembarangan Ada Aturan yang Melindungi Pers

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:55 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Upaya menjaga reputasi digital melalui permintaan penghapusan konten di mesin pencari perlu dilakukan secara hati-hati,…

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Iuran Warga Pindahan Tak Boleh Dipaksakan, RT-RW di Surabaya Diminta Patuhi Aturan

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

Rabu, 08 Jul 2026 01:01 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan iuran yang dibebankan kepada warga pindahan saat mengurus administrasi masuk…

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

OBB MEDIA MERAH PUTIH OFFICIAL

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 20:37 WIB

mediamerahputih.id merupakan media online yang menyajikan pemberitaan sekaligus sebagai edukasi kepada…

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Eks Hi-Tech Mal Didapuk Jadi Pusat Kreativitas Anak Muda

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

Senin, 06 Jul 2026 00:14 WIB

mediamerahputih.id | SURABAYA - Kembali mengaktifkan ruang publik berbasis kreativitas anak muda melalui pembukaan awal atau soft launching (peluncuran tahap…